Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konten Kreator Kini Jadi Ladang Penghasilan Cuan Utama di Era Digital, Diskominfotik DKI Ungkap Syaratnya!

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 19:04 WIB | Oleh:
Konten Kreator Kini Jadi Ladang Penghasilan Cuan Utama di Era Digital, Diskominfotik DKI Ungkap Syaratnya! Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza.
Ket. Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta Syali Gestanon usai acara pembukaan Bootcamp Content Creator di Kantor Perum LKBN ANTARA, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (30/7).

JAKARTA - Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta menilai konten kreator berpeluang besar menjadi sumber penghasilan utama di era digital.

"Konten tidak hanya membuat saja, tapi menghasilkan. Contohnya konten kreator yang berhasil dan menjadikan penghasilan utama mereka, menjadi bekal portofolio, bekal karir atau wirausahawan," kata Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta Syali Gestanon saat acara pembukaan "Bootcamp Content Creator" di Kantor Perum LKBN ANTARA, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (30/7).

Menurut dia, menjadi konten kreator saat ini tidak lagi sekadar hobi atau aktivitas mengisi waktu luang. Jika ditekuni secara serius, profesi tersebut dapat membuka berbagai peluang ekonomi.

Syali menilai, pasar industri kreator digital masih akan terus berkembang karena kebutuhan masyarakat terhadap informasi dan hiburan di platform digital tidak pernah berhenti.

"Pasar konten kreator ini tidak akan habis, ingat," ucapnya.

Peluang tersebut didukung besarnya jumlah pengguna internet di Indonesia. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2025, jumlah pengguna internet telah mencapai 235,2 juta orang atau 81,72 persen dari total penduduk Indonesia. Sementara identitas pengguna media sosial aktif mencapai 180 juta.

Dengan jumlah pengguna yang sangat besar tersebut, setiap unggahan memiliki potensi menjangkau audiens dalam skala luas.

"Setiap unggahan berpotensi menjangkau banyak orang. Konten kreator memiliki posisi sebagai penyampai informasi yang membantu masyarakat memahami berbagai isu sekaligus mampu menggerakkan masyarakat menuju dampak yang positif," paparnya.

Syali mengingatkan, keberhasilan seorang kreator tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pengikut atau konten yang viral. Keberlanjutan profesi konten kreator justru ditentukan oleh kualitas pesan yang disampaikan kepada publik.

Dia berpesan agar proses pembuatan konten harus dimulai dari ide yang matang, dilanjutkan dengan produksi, distribusi, hingga memastikan pesan benar-benar dipahami dan memberi manfaat bagi audiens.

"Yang paling penting bukan hanya viral, tetapi apakah pesan bisa dipahami, audiens mendapatkan manfaat, dan kualitas pesan itu yang menentukan keberlanjutan seorang konten kreator," ujar Syali. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.