Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ironi Negeri Kincir Air, Belanda Mulai Disapa Kekeringan

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 21:38 WIB | Oleh:
Ironi Negeri Kincir Air, Belanda Mulai Disapa Kekeringan Doc: AFP/Jan Hennop

DEN HAAG - Kementerian Infrastruktur dan Pengelola Air Belanda mengatakan pada Rabu bahwa kondisi kemarau di Belanda semakin parah dengan sungai mengering dan ketinggian air tanah terus menurun.

Kementerian tersebut memperingatkan kekeringan berkepanjangan itu menimbulkan dampak yang semakin parah bagi alam, pertanian, dan pelayaran pedalaman (inland shipping).

"Sejumlah prakiraan menunjukkan bahwa cuaca panas dan cenderung kering akan terus berlanjut selama beberapa pekan ke depan, semakin menambah beban sumber daya air tawar negara tersebut yang sudah terbatas," ungkap kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Aktivitas pelayaran tengah menghadapi disrupsi yang terus meningkat seiring dengan penurunan muka air yang membuat kedalaman alur pelayaran menyusut, sehingga memicu pemberlakuan pembatasan tambahan di sejumlah jalur air.

Selain itu, salinisasi juga semakin meningkat, terutama di kawasan muara Rhine-Meuse dan sejumlah wilayah di Belanda barat.

Sementara itu, kualitas air yang semakin memburuk telah memicu maraknya ledakan populasi alga biru-hijau, dan peningkatan angka kematian ikan.

Pekan lalu, Pintu Air Eefde, yang menyediakan akses menuju Kanal Twente, ditutup bagi aktivitas pelayaran akibat kekeringan yang persisten dan gelombang panas yang sedang melanda.

Meskipun kekeringan semakin memburuk, kementerian itu menuturkan saat ini tidak ada hambatan dalam pasokan air minum di negara tersebut, sembari mengimbau sektor rumah tangga dan bisnis untuk tetap menggunakan air secara bijak.

Pada 16 Juli 2026, kementerian itu menaikkan status air di Belanda dari "potensi kelangkaan air" menjadi "kelangkaan air aktual", seiring dengan kekeringan yang persisten dan tingginya suhu yang terus membebani sumber daya air nasional. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jjroyal-luwak

Jakarta Butuh Hub Logistik di Utara Jakarta

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Megapolitan
Jakarta Butuh Hub Logistik ...

Muktamar NU ke-35 Ricuh, Polemik Masa Iddah Politik Jadi Pemicu

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Muktamar NU ke-35 Ricuh, Po...
Advertisement
Investor Masih Berbondong-bondong Antre Masuk KEK Kendal dan Batang, Ada Apa?

Investor Masih Berbondong-bondong Antre Masuk KEK Kendal dan Batang, Ada Apa?

30 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.