Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Baik untuk UMKM, Barantin Upayakan Layanan Karantina Tanpa Biaya

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 20:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Baik untuk UMKM, Barantin Upayakan Layanan Karantina Tanpa Biaya Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

JAKARTA – Layanan karantina bagi UMKM menjadi elemen penting dalam meningkatkan daya saing produk, terutama untuk komoditas pertanian, perikanan, dan peternakan yang dipasarkan antardaerah maupun diekspor.

Proses karantina yang cepat, transparan, dan berstandar internasional tidak hanya menjamin keamanan hayati, tetapi juga memperlancar arus perdagangan serta meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk Indonesia.

Dengan layanan yang semakin mudah diakses, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pasar, meningkatkan nilai tambah produk, dan menembus pasar ekspor secara berkelanjutan.

Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengupayakan pembebasan biaya layanan karantina bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas akses produk nasional ke pasar ekspor.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan kemudahan tersebut ditujukan bagi UMKM yang benar-benar memenuhi kriteria dan bukan perusahaan bentukan pelaku usaha besar untuk memperoleh tarif layanan lebih murah.

“Kalau UMKM, kita itu punya kebijakan, kalau bisa digratiskan saja semua. Yang penting UMKM-nya bukan UMKM yang dibentuk oleh perusahaan-perusahaan besar sebagai modus untuk mencari biaya murah,” kata Karding di Jakarta, Kamis (30/7).

Pernyataan tersebut disampaikan seusai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Barantin dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Menurut Karding, tarif layanan karantina untuk komoditas ekspor pada prinsipnya relatif rendah sehingga diharapkan tidak membebani pelaku usaha.

Ia mencontohkan tarif layanan karantina untuk ekspor satu ton bungkil kelapa sawit sebesar Rp100.

“Kalau ekspor, sangat rendah tarifnya dari kami. Misalnya, satu ton bungkil kelapa sawit dikenakan hanya Rp100,” ujarnya.

Karding mengatakan Barantin berupaya menjaga keseimbangan antara pengawasan terhadap lalu lintas komoditas dan pemberian kemudahan layanan bagi pelaku usaha.

Kemudahan layanan tetap disertai pemeriksaan guna memastikan komoditas memenuhi persyaratan kesehatan, keamanan hayati, serta ketentuan negara tujuan.

Nilai ekspor komoditas yang memperoleh sertifikasi karantina mencapai Rp393,2 triliun per 17 Desember 2025, relatif stabil dibandingkan capaian 2024 sebesar Rp396,1 triliun.

Sepanjang Januari hingga 17 Desember 2025, Barantin menerbitkan sekitar 2,6 juta dokumen sertifikasi untuk kegiatan ekspor, impor, dan pergerakan komoditas antararea.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...

Menkop Dorong agar Koperasi Manfaatkan Dana Bergulir

41 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menkop Dorong agar Koperasi...

Kota Bandung Dapat 200 Becak Listrik dari Pemerintah

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Kota Bandung Dapat 200 Beca...
Luar Negeri
Ancaman Rusia Meningkat, Pr...
Advertisement
Peringati Hari Ozon Sedunia, Jakarta Padamkan Lampu Selama 60 Menit Malam Ini

Peringati Hari Ozon Sedunia, Jakarta Padamkan Lampu Selama 60 Menit Malam Ini

19 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.