Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PLN Ungkap Lonjakan Gila-Gilaan Transaksi SPKLU di Yogyakarta

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 22:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
PLN Ungkap Lonjakan Gila-Gilaan Transaksi SPKLU di Yogyakarta Doc: ANTARA/ Alif Bintang.
Ket. Ilustrasi - Pelanggan mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN,

YOGYAKARTA – Peningkatan penggunaan daya pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) mencerminkan mulai tumbuhnya adopsi kendaraan listrik di masyarakat serta meningkatnya aktivitas mobilitas berbasis energi bersih.

Tren ini menunjukkan infrastruktur pengisian daya semakin dimanfaatkan, seiring bertambahnya jumlah kendaraan listrik dan meningkatnya kepercayaan publik terhadap ekosistem transportasi elektrifikasi.

Di sisi lain, kenaikan konsumsi daya di SPKLU juga menjadi tantangan bagi kesiapan pasokan listrik dan pemerataan infrastruktur pengisian di berbagai daerah.

Jika pertumbuhan kendaraan listrik tidak diimbangi perluasan jaringan SPKLU dan penguatan sistem kelistrikan, potensi antrean pengisian serta ketimpangan akses layanan dapat muncul.

Karena itu, peningkatan penggunaan daya perlu diikuti percepatan investasi infrastruktur dan pengelolaan energi yang lebih efisien agar transisi menuju kendaraan listrik berjalan berkelanjutan.

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta mencatat pertumbuhan transaksi dan penggunaan daya pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) saat ini melonjak hingga lima kali lipat secara tahunan dibandingkan periode 2025.

"Pertumbuhannya naik empat sampai lima kali lipat, baik dari sisi transaksi maupun pemakaian kWh listriknya," kata Senior Manager Non Teknik PLN UID Yogyakarta Deny Setiawan, di sela acara Indomobil Expo, di Pakuwon Mall Jogja, Selasa (12/5).

Deny menyebutkan saat ini tercatat sebanyak 32 unit mesin SPKLU yang dikelola PLN bersama mitra serta 73 unit milik swasta telah beroperasi, didukung sekitar 750 unit pengisian daya mandiri di rumah pelanggan.

Ia menjelaskan kenaikan signifikan tersebut menjadi sinyal positif terhadap perkembangan ekosistem otomotif, khususnya tren penggunaan mobil listrik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Deny menjelaskan tingginya minat masyarakat beralih ke kendaraan listrik didorong oleh faktor efisiensi operasional yang diklaim mampu menghemat biaya penggunaan hingga 70 persen dibandingkan kendaraan konvensional.

Guna memperluas jangkauan, tambah Deny, PLN berkomitmen menambah titik pengisian daya baru melalui skema kemitraan dengan investor dan pabrikan otomotif yang melibatkan penyediaan lahan serta infrastruktur pendukung.

Deny menyebutkan pada tahun ini PLN berencana menambah titik SPKLU di sejumlah lokasi strategis seperti Hotel Ambarrukmo, Sedayu, wilayah Kulon Progo, hingga kantor PLN Sleman untuk melayani populasi mobil listrik yang terus bertambah.

Dalam skema kerja sama tersebut, tambah Deny, PLN berperan menyediakan platform integrasi, sementara mitra berkontribusi dalam penyediaan lahan dan mesin pengisian guna mempercepat pemerataan ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Yogyakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Sering Duduk Lebih dari 30 ...
Luar Negeri
Jepang Darurat Kokain: Angk...
Megapolitan
Pelatihan Medsos untuk Menc...
Luar Negeri
Sudah Lama Sekali Tewas, Al...
Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.