Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pembangunan Transportasi Publik Bisa Menyejahterakan Warga Daerah

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 11:25 WIB | Oleh:

"Itu harus [berawal dari] sebuah tekad dari pimpinan, kepala daerah kita," katanya.

"Bahwa, untuk membahagiakan, menyejahterakan masyarakat itu banyak cara. Salah satunyadengan menyediakan transportasi publik yang tidak hanya nyaman sehat, tapi terjangkau, murah, dan itu sekaligus mengurangi beban yang harus mereka hadapi," tutur Piter.

Dia memaklumi bahwa pembangunan transportasi publik ini tidak murah meski program tersebutakan memberikan "benefit yang sesuai" dalam jangka panjang. Bentuknya berupa terbangunnyaekonomi warga, kemunculan aktivitas perniagaan baru, serta pengembalian ke negara berupapajak.

"Jadi tidak ada kerugian dari investasi transportasi publik, walaupun investasinya pasti besar," ucap dia.

Untuk menalangi kebutuhan pendanaan yang besar di awal itu, Piter menyarankan penerapankolaborasi swasta dan pemerintah atau Public Private Partnership yang lebih luas di daerah-daerah hingga penerbitan obligasi. Pilihan-pilihan ini bisa berjalan lancar jika didukung proposal yang baik, sosialisasi yang transparan, serta kebijakan pemerintah yang konsisten.

"Karena investor pasti akan berpikirnya kan lebih kepada risiko," sambungnya.

Salah satu risiko ketidakpastian itu datang dari sektor hukum dan politik. Piter mengakui adakecenderungan perubahan kebijakan atau peraturan dalam pergantian pimpinan, termasuk di daerah, yang nyata berpengaruh pada investasi.

"Sehingga dibutuhkan sekali selain hitung-hitungan di dalam proposalnya yang baik, juga harusada jaminan hukum. Bahwasannya, ini enggak berubah nanti. Takutnya kan berubah rezim, berubah kepala daerah, berubah lagi kebijakannya. Nah, itu kan kacau jadinya," cetus dia.

Jika pembangunan transportasi publik di Jakarta itu, seperti KRL, MRT, Light Rapid Transit (LRT), hingga JakLingko, bisa direalisasikan di berbagai daerah, Piter meyakini efekekonominya akan menyebar pula ke pelosok Indonesia.

"Melihat dari efek berantainya, chain effect-nya, saya meyakini dampaknya besar sekali. Yang akan kita ubah dampaknya tidak terbatas pada hal yang terkait dengan transportasi itu sendiri. Tapi dia akan mengubah kotanya," tutup dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Event Seru di Jakarta Akhir Pekan 13-14 Juni: Serunya Jakarta Fair 2026 hingga JAKIM

Event Seru di Jakarta Akhir Pekan 13-14 Juni: Serunya Jakarta Fair 2026 hingga JAKIM

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.