Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus HIV di Karawang Tinggi, Dinkes: Disumbang Maraknya Perilaku Gay

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 12:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kasus HIV di Karawang Tinggi, Dinkes: Disumbang Maraknya Perilaku Gay Doc: Indonesian Institute
Ket. Pita merah simbol solidaritas dan kepedulian pada penderita HIV/AIDS.

KARAWANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengungkap tingginya kasus HIV di daerah tersebut dipicu maraknya hubungan seksual sesama jenis, khususnya pada kelompok lelaki seks lelaki atau gay.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Karawang, Yayuk Sri Rahayu, di Karawang, Kamis  (11/6) menyampaikan selama beberapa tahun terakhir kasus HIV di Karawang cukup tinggi.

Pada 2024 ditemukan 886 kasus baru HIV. Kemudian pada 2025 tercatat 757 kasus. Selanjutnya, hingga April 2026 ditemukan 233 kasus baru HIV di wilayah Karawang.

Ia menyampaikan, kasus baru HIV yang ditemukan selama beberapa tahun terakhir hingga saat ini merupakan hasil laporan dari semua puskesmas dan rumah sakit yang melakukan deteksi dini atau testing.

Dari seluruh temuan kasus baru tersebut, Dinas Kesehatan Karawang mengidentifikasi kelompok lelaki seks lelaki cukup tinggi menyumbang kasus HIV di Karawang.

Hingga April 2026 tercatat ditemukan kasus baru HIV dari kelompok gay atau lelaki seks lelaki.

Sementara pada  2023 terdapat 131 kasus HIV dari kelompok gay, kemudian melonjak menjadi 272 kasus pada 2024. Lalu menurun menjadi 250 kasus pada  2025.

Hubungan seksual sesama jenis, khususnya pada kelompok lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki atau gay memang secara konsisten menjadi salah satu penyumbang penularan kasus HIV, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Selain kelompok lelaki seks lelaki, penularan HIV juga ditemukan pada kelompok rentan lain, seperti pasien TBC, penderita diabetes melitus, warga binaan lapas, pekerja seksual, waria, hingga ibu hamil dan anak-anak.

"Dari kategori usia, infeksi HIV di Karawang paling mendominasi pada kelompok usia produktif, yakni rentang usia 25 hingga 49 tahun, disusul peringkat kedua pada rentang usia 20 hingga 24 tahun," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
Bapanas akan Mobilisasi Sto...
Luar Negeri
Ford Dekat dengan Tiongkok,...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.