Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Sebut Ledakan Populasi Ikan Sapu-sapu Ancam Ekosistem Perairan Jakarta

📅 Kamis, 16 Apr 2026, 18:35 WIB | Oleh:
BRIN Sebut Ledakan Populasi Ikan Sapu-sapu Ancam Ekosistem Perairan Jakarta Doc: Dokumentasi Dinas Lingkungan Hidup

JAKARTA - Populasi ikan sapu-sapu yang sangat banyak di perairan Jakarta tengah menjadi sorotan, karena keberadaannya disebut invasif merusak ekosistem. Demikian disampaikan oleh Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gema Wahyu Dewantoro.

Ia menjelaskan, ikan sapu-sapu termasuk spesies invasif karena menggeser populasi ikan asli dan reproduksinya tinggi. Di sisi lain, ikan sapu-sapu juga bisa berbahaya bagi kesehatan karena mengandung logam berat.

"Dagingnya diduga mengandung logam berat. Sehingga dapat berdampak negatif apabila dikonsumsi dalam jangka panjang," kata dia dalam keterangan tertulis pada Kamis (16/4).

Sementara itu, untuk memberantas ikan satu-satunya harus menggabungkan beberapa metode seperti pencegahan, penangkapan, hingga kontrol biologis. Cara ini dilakukan karena kemampuan bertelur ikan sapu-sapu sangat tinggi.

"Cara yang paling efektif adalah menggabungkan beberapa metode secara terpadu. Mulai dari pencegahan, penangkapan, hingga kontrol biologis," ujar pakar Ikan dan Konservasi Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Charles PH Simanjuntak.

Lebih lanjut, dalam satu siklus, seekor betina mampu menghasilkan hingga 19.000 telur dan dapat berkembang biak beberapa kali. Tingkat penetasannya, bahkan mencapai 90 persen.

Ia berharap, Pemerintah Provinsi Jakarta perlu mengeluarkan regulasi khusus perdagangan ikan karena saat ini. Ikan sapu-sapu banyak beredar di pasar ikan hias.

"Pemprov Jakarta perlu memperkuat regulasi perdagangan ikan hias. Dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melepas ikan sapu-sapu ke perairan alami, baik sengaja maupun tidak," ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.