Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Temuan Benda Mirip Torpedo di Gili Trawangan: Tim Gegana Pastikan Steril Bahan Peledak

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 03:20 WIB | Oleh:
Temuan Benda Mirip Torpedo di Gili Trawangan: Tim Gegana Pastikan Steril Bahan Peledak Doc: ANTARA/HO-Polres Lombok Utara
Ket. Polisi mendokumentasikan benda mirip torpedo hasil temuan nelayan di perairan Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB, Senin (6/4).

MATARAM - Tim Gegana Satuan Brimob Polda Nusa Tenggara Barat memastikan benda misterius menyerupai torpedo yang ditemukan nelayan di perairan Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Senin (6/4/2026), tidak mengandung bahan peledak maupun unsur radioaktif.

Benda berwarna hitam dengan panjang 3,7 meter tersebut kini diduga kuat sebagai perangkat observasi bawah laut milik perusahaan galangan kapal Tiongkok, China Shipbuilding Industry Corporation (CSIC), merujuk pada label akronim yang tertera di badan alat tersebut.

"Hasil awal memastikan benda tersebut steril dari bahan peledak dan radioaktif," kata Kepala Polres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta melalui pernyataan yang diterima di Mataram, Senin malam.

Ia mengatakan, tim gegana telah memastikan hal tersebut sesuai hasil pemeriksaan menggunakan alat deteksi bahan peledak Kerber T serta detektor radioaktif RIIDEye X, langsung dari pesisir pantai tempat evakuasi sementara pada Senin siang (6/4).

Dia menjelaskan bahwa benda mirip torpedo berwarna hitam tersebut memiliki ukuran panjang sekitar 3,7 meter dengan diameter kurang lebih 70 centimeter. Benda ini lebih mirip pada perangkat survei atau observasi bawah laut.

Dari sekitar badan benda juga terdapat sejumlah perangkat elektronik yang terpasang dan ada tulisan huruf mandarin seperti labelisasi produk.

Ada satu kata pada badan benda yang dapat terbaca seperti sebuah akronim bertuliskan CSIC yang berlatar biru dan juga nampak angka tujuh berwarna sama nampak seperti logo.

Berdasarkan penelusuran, CSIC merujuk pada PT China Shipbuilding Industry Corporation (CSIC), salah satu perusahaan galangan kapal milik negara Tiongkok yang dikenal sebagai produsen utama peralatan maritim.

Namun demikian, kepolisian belum berani menarik kesimpulan ke arah informasi tersebut karena proses identifikasi masih berlangsung dengan komunikasi para pihak terkait.

Lebih lanjut, atas temuan tersebut pihak kepolisian menyerahkan penanganan lanjutan kepada Pangkalan TNI AL (Lanal) Mataram.

"Kami serahkan ke TNI AL untuk penanganan lebih lanjut, termasuk identifikasi teknis secara mendalam," ujarnya.

Agus menegaskan bahwa penanganan awal oleh pihak kepolisian sudah berjalan secara terukur dengan melibatkan berbagai pihak guna mengantisipasi segala kemungkinan ancaman keamanan maupun kedaulatan wilayah.

Sebagai bentuk atensi hasil temuan, kepolisian turut memasang garis pengamanan di lokasi evakuasi sementara yang berada di pesisir pantai Gili Trawangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
AS Dukung Dialog Langsung a...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.