Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Devisa Terkuras Demi Bayar Utang dan Intervensi Rupiah, Dompet Negara Mulai Tipis?

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 13:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Devisa Terkuras Demi Bayar Utang dan Intervensi Rupiah, Dompet Negara Mulai Tipis? Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Uang dollar AS dan Rupiah.

JAKARTA – Cadangan devisa kembali menyusut—ironisnya, justru saat fungsinya sedang bekerja keras. Di satu sisi, devisa dipakai untuk membayar utang luar negeri yang jatuh tempo; di sisi lain, juga jadi “tameng” untuk menahan gejolak nilai tukar rupiah.

Hasilnya? Seperti dompet yang dipaksa tetap terlihat tebal di depan publik, meski isinya diam-diam berkurang untuk menutup berbagai kewajiban.

Secara analitis, ini mencerminkan trade-off klasik: menjaga stabilitas jangka pendek dengan mengorbankan bantalan jangka panjang.

Intervensi pasar valas memang bisa meredam kepanikan, tapi bukan tanpa biaya. Sementara pembayaran utang adalah keniscayaan, penggunaan devisa untuk stabilisasi kurs sering kali hanya menunda tekanan, bukan menghilangkannya.

Satirnya, cadangan devisa kini mirip “pahlawan tanpa tanda jasa”—dipakai saat krisis, disorot saat turun, tapi jarang dipuji saat berhasil menjaga keadaan tetap terkendali.

Publik pun dihadapkan pada paradoks: ketika devisa turun, dianggap sinyal bahaya; ketika tidak dipakai, ditanya kebermanfaatannya. Di tengah dinamika global yang tak ramah, cadangan devisa tampaknya harus rela terus menjadi penyeimbang—meski perlahan menipis di balik layar.

Bank Indonesia (BI) mencatat penurunan cadangan devisa sebesar 3,7 miliar dolar AS menjadi 148,2 miliar dolar AS pada akhir Maret 2026, seiring pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Penurunan terjadi meski terdapat penerimaan devisa dari penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa. Sebelumnya pada Februari 2026, cadangan devisa tercatat sebesar 151,9 miliar dolar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (8/4), menilai bahwa posisi cadangan devisa Maret 2026 tetap tinggi.

Posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2026 setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Ramdan.

Bank sentral meyakini bahwa ke depan ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

BI pun terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi.
    Preview komentar:
    Dahlah paling bener emg kudu dihimbau sih masyarakat ...
    Haturnuhun pak Agus, sim Kuring setuju Jeung bapak.
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Gauff Melaju Tanpa Mengeluarkan Keringat

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gauff Melaju Tanpa Mengelua...

Kabut Asap Dampak Kebakaran Belum Ganggu Bandara Singkawang

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kabut Asap Dampak Kebakaran...
Nasional
Perlu Segera Menghitung Ket...

Sepanjang Juni Lalu Ekonomi Bali Tumbuh Lumayan

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Sepanjang Juni Lalu Ekonomi...

Perum Bulog Singkawang Serap 7.862,97 Ton Gabah Petani

44 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Perum Bulog Singkawang Sera...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Harga Cabai Rawit Rp61.350/Kg, Telur Ayam Rp29.450/Kg

Harga Cabai Rawit Rp61.350/Kg, Telur Ayam Rp29.450/Kg

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.