IAEA Minta Iran Berikan Informasi Persediaan Uranium yang Diperkaya
📅 Jumat, 12 Jun 2026, 01:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SJAKARTA - Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang beranggotakan 35 orang pada Rabu (10/6) mengadopsi resolusi yang menyerukan Iran untuk memberikan informasi tentang persediaan uranium yang diperkaya dan memberikan akses untuk memverifikasi informasi itu.
Resolusi tersebut diadopsi dengan 21 suara mendukung, tiga menentang, dan 10 abstain, menurut pernyataan yang dirilis oleh badan pengawas PBB tersebut.
Dewan mendesak Iran untuk "memberikan informasi lengkap tentang inventaris material nuklir dan informasi desain untuk fasilitas dan memberikan Badan tersebut semua akses yang dibutuhkan untuk memverifikasi informasi yang dimaksud.
Dewan juga menyatakan keprihatinan yang mendalam atas laporan Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi yang menyatakan bahwa IAEA tidak mendapat akses penuh selama hampir satu tahun untuk memverifikasi uranium yang diperkaya tinggi (HEU) dan uranium yang diperkaya rendah (LEU) yang sebelumnya telah dideklarasikan di Iran.
Selain itu, dewan sangat menyesalkan kegagalan Iran yang berkelanjutan untuk memperbaiki ketidakpatuhannya selama 12 bulan terakhir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal itu termasuk kegagalan Iran dalam memberikan informasi yang diminta serta akses yang diperlukan IAEA untuk memverifikasi material nuklir yang telah dideklarasikan sebelumnya dan belum dapat diverifikasi oleh Badan tersebut selama satu tahun.
Solusi Diplomatik
Resolusi itu juga mengingatkan kembali keputusan dewan pada Juni 2025 yang menemukan bahwa Iran telah gagal memberikan kerja sama penuh dan tepat waktu dalam memberikan informasi mengenai material nuklir yang tidak dideklarasikan dan aktivitas di beberapa lokasi yang tidak dideklarasikan di negara tersebut sejak 2019.
Dewan menegaskan kembali dukungan untuk solusi diplomatik dan menyerukan kepada Iran untuk terlibat secara serius dan tanpa prasyarat dalam pembicaraan yang bertujuan untuk membangun kepercayaan internasional pada sifat damai eksklusif dari program nuklirnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyebut Iran dan Amerika Serikat (AS) hampir mencapai kesepakatan terkait nuklir.
“Seperti diketahui, kami bukan pihak yang terlibat dalam proses ini, tetapi kami menjaga komunikasi secara terpisah dengan masing-masing pihak. Kami menilai bahwa mereka (Iran dan AS) sebentar lagi akan sepakat terkait isu nuklir,” kata Grossi dalam konferensi pers pada akhir pekan lalu.
Dia mengatakan isu-isu lain dalam kesepakatan tersebut bukan merupakan wewenang IAEA, tetapi kesepakatan tersebut secara teknis memungkinkan untuk dicapai. Grossi juga mengaku sebelumnya telah membahas isu tersebut dengan perwakilan dari Rusia, China, dan Iran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!