Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pendaki Gunung Rinjani Wajib Berkelompok, Jangan Mendaki Sendirian.

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 11:03 WIB | Oleh:
Pendaki Gunung Rinjani Wajib Berkelompok, Jangan Mendaki Sendirian. Doc: Antara Foto
Ket. Pendaki saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan para wisatawan untuk tetap mematuhi aturan pendakian di Gunung Rinjani Lombok, demi keselamatan dan kelestarian kawasan wisata tersebut.

"​Sebelum kamu melangkah, kenali dulu aturan penting demi keselamatan diri sendiri dan kelestarian alam di kawasan Gunung Rinjani Lombok," kata Kepala Balai TNGR Nusa Tenggara Barat Budy Kurniawan di Mataram, Jumat.

Ia mengatakan pendakian di kawasan wisata alam gunung Rinjani bukan sekadar destinasi, tapi kawasan konservasi dengan medan yang menantang.

Oleh karena itu, para pengunjung atau wisatawan untuk tetap mematuhi ketentuan ketentuan wajib bagi para pendaki di antaranya minimal 2 orang dalam 1 kelompok.

"Artinya jangan mendaki sendirian, karena rekan pendakian sangat penting untuk saling menjaga saat situasi darurat," katanya.

Selanjutnya, pengunjung wajib menggunakan pemandu/pendaki berpengalaman:, karena medan pendakian di kawasan Gunung Rinjani punya karakteristik unik, pemandu akan membantu memahami jalur dan prosedur keselamatan.

Selain itu, diharapkan memiliki pengalaman mendaki gunung lain dan jika ada pendaki di bawah 17 tahun wajib didampingi dan membawa surat izin orang tua/wali.

"Perlengkapan pendakian juga wajib dibawa, kurangi sampah plastik atau wajib membawa wadah makan dan minum yang bisa diisi ulang," katanya.

​Ia mengatakan aturan ini bukan untuk membatasi ruang gerak wisatawan yang ingin melihat keindahan alam Gunung Rinjani, melainkan untuk melindungi dan menjaga agar Rinjani Lombok tetap asri untuk generasi mendatang.

"SOP pendakian harus tetap dipatuhi untuk keselamatan bersama dan untuk generasi penerus ke depan," katanya.

Balai TNGR juga mengimbau kepada masyarakat atau pengunjung untuk tetap mematuhi aturan tersebut, sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Nasional
55 Juta Warga Pantura Teran...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.