Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Tekanan Ekonomi Global, Ini Cara Pelaku Ekraf Tetap Eksis!

📅 Selasa, 09 Jun 2026, 18:24 WIB | Oleh:
Hadapi Tekanan Ekonomi Global, Ini Cara Pelaku Ekraf Tetap Eksis! Doc: Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto
Ket. Perajin menata tas anyaman pandan sebelum diekspor ke Maladewa dan Malaysia di rumah produksi Sang Bamboo, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (26/5).

JAKARTA - Pengamat Ekonomi dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P Sasmita mengatakan pelaku industri ekonomi kreatif harus mempersiapkan strategi dalam menghadapi kondisi ekonomi global dan situasi geopolitik yang tidak stabil, salah satunya dengan mempersiapkan produk yang berkelanjutan.

“Investor dan pembeli internasional tidak hanya melihat kualitas produk sekali beli, tapi kemampuan produsen menjaga kualitas tersebut dalam skala besar dan berkelanjutan,” kata Ronny kepada wartawan, Selasa (9/6).

Ronny mengatakan, produk kreatif Indonesia saat ini perlu meningkatkan standar kualitas hingga setara internasional karena pembeli asing tidak hanya melihat produk untuk sekali beli tapi untuk berkelanjutan.

Ia juga mengatakan pelaku industri ekraf saat ini perlu untuk meningkatkan kredibilitas bisnis melalui tata kelola yang baik, transparansi keuangan, serta kemampuan memenuhi standar keberlanjutan global.

“Kontribusi ekonomi kreatif terhadap devisa negara tidak akan meningkat hanya karena volume ekspor yang lebih besar, tetapi karena peningkatan nilai tambah per produk yang diekspor,” kata Ronny.

Ia mengatakan strategi yang paling tepat bukan hanya menjual lebih banyak barang ke luar negeri, tapi menjual produk kreatif Indonesia dengan kualitas, inovasi, dan kekuatan merek yang mampu dihargai lebih tinggi oleh pasar global.

Selain itu, investor asing saat ini juga tidak hanya menilai profitabilitas, tetapi juga menilai tata kelola perusahaan, kepatuhan hukum, keberlanjutan lingkungan, dan aspek sosial.

Pelaku usaha kreatif yang mampu menunjukkan profesionalisme dalam seluruh rantai bisnisnya akan lebih mudah menarik investasi asing.

“Dengan cara itulah ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru yang lebih tahan terhadap gejolak ekonomi dan geopolitik dunia,” katanya.

Di samping itu Ronny juga menyarankan, pelaku industri kreatif untuk mengurangi ketergantungan pada satu pasar ekspor tertentu seperti Amerika Serikat, ke pasar alternatif seperti Timur Tengah, Asia Selatan, Afrika, dan negara-negara ASEAN yang dapat menjadi sumber pertumbuhan baru.

Diversifikasi pasar akan membuat bisnis lebih tahan terhadap guncangan eksternal. Di sisi lain, kolaborasi dengan platform digital global juga menjadi strategi efektif untuk memperluas akses pasar dengan biaya yang relatif lebih rendah.

Pelaku industri kreatif juga diminta untuk tidak hanya mengunggulkan dari sisi desain dan kreativitas saja, tetapi juga mempertahankan konsistensi kualitas, sertifikasi, pengemasan, serta manajemen produksi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Luar Negeri
Kanada Cari Celah Pererat H...
Luar Negeri
Oman Tunda Pertemuan Darura...
Luar Negeri
Mau Buka Selat Hormuz, Iran...
Advertisement
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.