Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?

📅 Selasa, 18 Agu 2026, 17:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat? Doc: ANTARA FOTO/Fitra Yogi
Ket. lustrasi - Petugas pandu pindah dari kapal tanker ke kapal pandu usai memandu keluar pelabuhan di perairan Teluk Bayur Padang, Sumatera Barat, Sabtu (15/8/2026).

JAKARTA – Hilirisasi teknologi tinggi menjadi salah satu langkah penting untuk membawa industrialisasi Indonesia ke tingkat yang lebih bernilai.

Tantangannya bukan lagi sekadar mengolah bahan mentah menjadi produk setengah jadi, tetapi bagaimana membangun kemampuan menghasilkan komponen, produk akhir, hingga inovasi berteknologi tinggi di dalam negeri.

Pemerintah sendiri menempatkan penguasaan teknologi, riset, dan inovasi sebagai bagian penting dari agenda hilirisasi untuk memperkuat daya saing industri nasional.

Pengembangan sektor seperti semikonduktor, kendaraan listrik, baterai, elektronik, energi terbarukan, hingga teknologi digital membuka peluang bagi Indonesia untuk masuk lebih dalam ke rantai pasok global.

Namun, keberhasilan agenda tersebut sangat bergantung pada kemampuan menghubungkan riset dengan kebutuhan industri, memperkuat sumber daya manusia, serta mendorong transfer teknologi.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Dipo Satria Ramli menilai, rencana pemerintah untuk memperluas hilirisasi ke sektor semikonduktor, hingga manufaktur berteknologi tinggi masih menghadapi tantangan, karena ekosistem industri yang belum sepenuhnya siap.

Menurutnya, pemerintah saat ini perlu membangun ekosistem industri yang bisa mendukung investasi teknologi tinggi.

“Semangatnya baik, tapi nyatanya kontribusi manufaktur PDB masih rendah di Indonesia. Investor teknologi mencari ekosistem yang baik, bukan hanya tax holiday,” kata Dipo di Jakarta, Selasa.

Sebagaimana diketahui, pemerintah menetapkan 8 Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), yang mencakup kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana; penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa; serta penurunan kemiskinan.

Salah satu agendanya, yakni perluasan hilirisais ke sektor semikonduktor, kedirgantaraan, dan manufaktur berteknologi tinggi.

Dipo menuturkan investor di sektor teknologi membutuhkan ekosistem usaha yang kuat, termasuk ketersediaan rantai pasok, kepastian usaha, logistik yang efisien, serta kepastian hukum.

Sebab, selama sejumlah faktor tersebut belum siap, Indonesia bakal menghadapi tantangan dalam menarik investasi di sektor-sektor berteknologi tinggi.

Selain itu, pengusaha domestik juga dinilai masih cenderung menunggu (wait and see) perkembangan kondisi ekonomi sebelum melakukan investasi baru.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu memastikan kesiapan ekosistem industri secara menyeluruh, agar agenda hilirisasi tak berhenti pada pemberian insentif investasi, tetapi mampu mendorong terbentuknya industri berteknologi tinggi di dalam negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Marketing VALTEKINDO
Marketing VALTEKINDO
19 Aug 2026, 14:09 WIB.

Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari kacamata sektor pemenuhan fasilitas mesin CNC dan teknologi pengemasan, ambisi pemerintah mendorong investasi manufaktur semikonduktor mutlak harus dibarengi dengan kemudahan akses pengadaan teknologi presisi tinggi agar kapasitas dan daya saing produk lokal benar-benar melonjak secara nyata di pasar internasional

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Air Baku PDAM Bangka Tengah...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.