Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tomohon Tak Sekadar Kota Bunga, Pasar Global Jadi Target

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 21:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tomohon Tak Sekadar Kota Bunga, Pasar Global Jadi Target Doc: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif.
Ket. Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026, di Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu (8/8/2026)

JAKARTA – Konsep kota florikultura dapat menjadi strategi diversifikasi ekonomi daerah dengan menjadikan budidaya dan perdagangan tanaman hias sebagai penggerak ekonomi baru.

Pengembangannya tidak cukup hanya meningkatkan produksi, tetapi perlu membangun ekosistem dari budidaya, teknologi, pengolahan, pemasaran, agrowisata hingga akses pasar ekspor.

Jika dikelola terintegrasi, florikultura berpotensi meningkatkan pendapatan petani, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memperkuat identitas dan daya tarik ekonomi daerah.

Kementerian Ekonomi Kreatif menilai Kota Tomohon, Sulawesi Utara, sebagai destinasi wisata yang membawa identitas lokal berbasis florikultura ke panggung internasional melalui Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 yang berlangsung 8-12 Agustus 2026.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/ Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar mengatakan Tomohon memiliki ciri khas yang bisa mendunia, bukan hanya sebagai kota bunga tapi kota yang punya kekhasan seperti Krisan Kulo dan Krisan Riri.

"Saya berharap kita bisa melihat lebih banyak lagi teman-teman dan turis-turis mancanegara dan domestik yang datang ke Tomohon,” kata Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (11/8).

Festival yang hadir tiap tahun sejak 2008 ini menampilkan tournament of flowers yaitu parade 35 kendaraan yang dihiasi bunga-bunga segar dari para petani lokal.

Selain itu terdapat pula pameran pariwisata, pentas seni budaya, serta pemberdayaan bisnis lokal untuk mempromosikan Tomohon sebagai kota bunga.

Irene mengatakan adanya identitas lokal yang dibawa ke panggung global ini dapat memberikan dampak yang luas untuk berbagai sektor pendapatan masyarakat lokal.

Pengunjung yang datang tidak hanya akan disuguhkan pengalaman menonton festival tetapi juga ada potensi pengembangan bisnis atau business to business (B2B) matching, perdagangan dan investasi dari pengusaha baik dalam maupun luar negeri.

"Acara ini tidak hanya memperkuat daya tarik wisata, tetapi turut membuka ruang bagi pergerakan ekonomi masyarakat di berbagai sektor, mulai dari florikultura, kerajinan, kuliner, perhotelan hingga transportasi," katanya

Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif berkomitmen mendorong setiap daerah untuk mengembangkan potensi dan produk unggulannya menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

Dari kekayaan lokal inilah ekosistem ekraf dapat tumbuh dan menciptakan peluang usaha serta lapangan kerja, sekaligus memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.