Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Jakarta Ungkap Alasan Rekayasa Cuaca Belum Dapat Dilakukan

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 12:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov DKI Jakarta Ungkap Alasan Rekayasa Cuaca Belum Dapat Dilakukan Doc: ANTARA
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan alasan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada musim kemarau saat ini belum dapat dilakukan karena tidak ada awan.

“Karena sampai dengan hari ini, awannya itu tidak ada. Berkali-kali saya sudah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk segera melakukan modifikasi cuaca,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Rabu (19/8).

Menurut dia, rekayasa cuaca dapat dilakukan dalam kondisi terdapat awan. 

“Selama ada awannya, pasti akan segera kami lakukan (OMC),” ujar Pramono. 

Sebelumnya, dia mengatakan OMC dapat dilakukan saat kemarau.

Biasanya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melakukan rekayasa cuaca dengan mendorong air hujan ke laut. Kali ini sebaliknya, OMC dilakukan dengan mendorong hujan ke daratan Jakarta. 

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan OMC merupakan intervensi untuk meningkatkan potensi hujan dengan cara menyemai garam atau Natrium Klorida (NaCl) ke dalam gumpalan awan dengan menggunakan pesawat khusus.

Salah satu syarat utama penyemaian garam tersebut, yaitu terbentuknya awan konvektif.

Saat ini, BMKG mencatat fenomena El Nino 2026 telah aktif dan berpotensi mencapai level sangat kuat.

Kondisi tersebut diprediksi memicu musim kemarau yang lebih kering dan berdurasi lebih panjang di sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga meningkatkan risiko kekeringan serta berbagai dampak pada sektor strategis.Untuk itu, diperlukan penguatan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan secara nasional. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.