Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investor Berebut Jateng, Apa yang Bikin Provinsi Ini Menggoda?

📅 Selasa, 18 Agu 2026, 22:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Investor Berebut Jateng, Apa yang Bikin Provinsi Ini Menggoda? Doc: Antara
Ket. Ilustrasi-Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah.

SEMARANG – Investasi ke daerah menjadi salah satu kunci untuk mengurangi kesenjangan ekonomi sekaligus memperkuat sumber pertumbuhan baru di luar pusat-pusat ekonomi utama.

Masuknya investasi dapat mendorong penciptaan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas usaha lokal, memperluas basis penerimaan daerah, dan mengoptimalkan potensi komoditas maupun sumber daya setempat.

Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kualitas infrastruktur, kepastian regulasi, kesiapan tenaga kerja, serta keterlibatan pelaku usaha lokal agar manfaat investasi tidak berhenti pada masuknya modal, tetapi benar-benar menciptakan nilai tambah bagi ekonomi daerah.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ BKPM menyebutkan Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu daerah di Indonesia yang menjadi primadona investasi.

Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi Saribua Siahaan, di Semarang, Selasa (18/8), mengatakan banyak investor melirik Jateng.

Hal tersebut disampaikannya saat bertemu dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, sebagai bagian dari rangkaian penilaian lapangan yang dilakukan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi di Jateng.

Menurut dia, dukungan penuh dari pemerintah provinsi, infrastruktur yang memadai, kemudahan perizinan, kondusifitas wilayah, dan living cost menjadi daya tarik para investor di luar negeri.

"Jawa Tengah ini primadona, selain infrastruktur yang bagus, terus sistem pemerintahan daerah dan perizinan bagus, living cost-nya kompetitif sehingga menjadi daya tarik investor untuk memilih Jawa Tengah sebagai tujuan investasi," katanya.

Ia mengatakan bahwa mempromosikan potensi investasi di Jateng kepada para calon investor juga cukup mudah dengan semua indikator tersebut.

Berdasarkan pengalamannya dalam mempromosikan potensi investasi dan meyakinkan investor, persoalan lahan dan perizinan menjadi indikator utama.

Kemudahan itu, lanjut dia, tidak lepas dari kolaborasi kuat antara Pemprov Jateng melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi.

Karakteristik Jateng, diakuinya, juga sangat menarik bagi investasi sektor manufaktur atau bersifat padat karya.

"Pengalaman saya sendiri (ketika menawarkan potensi investasi), investor yang memilih Jawa Tengah itu tidak hanya 1 atau 2. Yang jelas, Jawa Tengah itu primadona yang dilirik banyak investor," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan selama ini Jawa Tengah terus berupaya menjaga kondusivitas wilayah dan menciptakan iklim investasi yang sehat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.