AKPSI Sebut Daerah Penghasil Sawit Jadi Penopang Kemandirian Energi Nasional
📅 Rabu, 03 Jun 2026, 05:27 WIB | Oleh: SriyonoPALU - Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) mengatakan daerah penghasil sawit punya posisi penting dalam menopang ketahanan dan kemandirian energi nasional.
"Daerah penghasil sawit bukan hanya penyedia bahan baku energi nasional, tetapi juga garda terdepan keberhasilan transisi energi hijau Indonesia," kata Ketua harian AKPSI Delis J Hehi melalui keterangan tertulisnya diterima di Palu, Selasa (2/6).
Menurutnya hilirisasi sawit dan program biodiesel bukan hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani sawit dan memperkuat perekonomian daerah.
Maka keadilan fiskal, stabilitas harga sawit rakyat dan keterlibatan aktif daerah harus menjadi prioritas bersama.
Dalam pertemuan dengan Dewan Energi Nasional (DEN) berlangsung di Jakarta pada Selasa (2/6), AKPSI membahas sinkronisasi kebijakan hilirisasi sawit nasional, percepatan implementasi mandatori biodiesel menuju B50, hingga penguatan hak fiskal daerah melalui skema Dana Bagi Hasil (DBH) sawit yang dinilai perlu lebih proporsional dan berkeadilan bagi daerah penghasil.
Sebaiknya Anda baca juga:
"AKPSI mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong transformasi energi, menuju implementasi B50 dan pencapaian target Net Zero Emission 2050," ucap Delis yang juga Bupati Morowali Utara.
Ia mengemukakan sinergitas lintas sektor menjadi kunci agar kebijakan energi berbasis sawit tidak hanya berorientasi pada pencapaian target nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di daerah penghasil.
"Pemerintah daerah siap berperan aktif dalam percepatan perencanaan energi nasional. Kemudian daerah juga perlu dilibatkan secara konkret, termasuk dalam pengawasan harga sawit rakyat, penguatan infrastruktur pendukung, hingga kepastian regulasi investasi," tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pertemuan itu AKPSI menyampaikan sejumlah usulan yakni optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pengelolaan lahan sawit agrinas guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penyelesaian ketidakpastian hukum terkait Hak Guna Usaha (HGU), hingga penguatan kerja sama transisi energi melalui rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama DEN.
AKPSI juga menyatakan kesiapan daerah anggota mendukung target pengembangan 100 gigawatt (GW) energi baru terbarukan, melalui penyediaan lahan potensial untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta energi berbasis biomassa sawit.
Pada pertemuan itu menghasilkan empat poin kesepakatan yang segera ditindaklanjuti kedua belah pihak yakni komitmen DEN menjembatani koordinasi antara AKPSI dan Kementerian Pertanian (Kementan), guna memperkuat pengawasan harga sawit rakyat serta optimalisasi produktivitas perkebunan.
"DEN bersama AKPSI akan membangun koordinasi dengan PT Agrinas Palma Nusantara (APN) guna menjamin kesiapan pasokan bahan baku biodiesel menuju implementasi B50," tuturnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan DEN juga menyatakan kesiapan memfasilitasi koordinasi antara AKPSI dan Kementerian Keuangan, terkait evaluasi formula DBH sawit supaya lebih transparan, proporsional, serta berkeadilan bagi daerah penghasil.
Sementara itu Anggota DEN Satya Widya Yudha menyambut positif langkah proaktif AKPSI dalam membantu percepatan transisi energi nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!