Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Desentralisasi Hanya Berjalan Secara Administratif Tapi Lemah Secara Fiskal

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 01:07 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Desentralisasi Hanya Berjalan Secara Administratif Tapi Lemah Secara Fiskal Doc: istimewa

Sentralisasi Fiskal - Hubungan Fiskal Pusat dan Daerah juga Menyangkut Kepercayaan

Daerah harus punya kepastian bahwa kewenangan yang diberikan kepada mereka disertai kemampuan untuk membiayainya.

JAKARTA - Hubungan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam dua tahun terakhir menjadi dingin.

Hal itu karena Pemerintah Pusat memangkas Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang menyebabkan kapasitas fiskal Pemda ketat, bahkan mereka kesulitan membayar gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Desentralisasi yang kini diambang jurang itu karena Pemerintah Pusat mempunyai banyak program prioritas, sehingga daerah justru kehilangan ruang fiskal untuk membiayai urusan pemerintahan.

Suara keberatan Pemda sudah lama terdengar.

Para gubernur pernah menggeruduk Kementerian Keuangan memprotes penurunan TKD.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda kala itu menyuarakan keresahan daerah kepada Menteri Keuangan Purbaya.

Baru-baru ini, Bupati Siak Afni Zulkifli juga meminta Kemenkeu membayarkan dana bagi hasil (DBH) Kabupaten Siak yang tertunda agar dapat digunakan membangun infrastruktur.

Wali Kota Tidore juga meminta tambahan TKD untuk membayar gaji PPPK.

Jika tidak, maka pemerintah daerah menghadapi pilihan pahit, mengurangi belanja atau merumahkan pegawai.

Hal yang lebih mengkhawatirkan terjadi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Pemangkasan Dana Desa sekitar 70 persen memicu kemarahan kepala-kepala kampung.

Pada 11 Agustus lalu, massa membakar sejumlah kantor pemerintah daerah, termasuk kantor bupati dan DPRD.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.