Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rahmat Tumpuan Raih Emas dari Angkat Besi Asian Games

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 06:48 WIB | Oleh:
Rahmat Tumpuan Raih Emas dari Angkat Besi Asian Games Doc: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Ket. Lifter Rahmat Erwin Abdulah melakukan angkatan snatch saat mengikuti pemusatan latihan cabor angkat besi di Mess Kwini, Jakarta.

JAKARTA - Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Indonesia (PB PABSI) memasang target empat medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Target itu dibebankan kepada delapan lifter yang dinilai memiliki peluang bersaing setelah melalui pemetaan kekuatan dan perhitungan tim ahli.

Sekretaris Jenderal PB PABSI Djoko Pramono mengatakan delapan atlet yang disiapkan untuk tampil di Jepang telah mendapat persetujuan. Tim ahli kemudian memproyeksikan peluang mereka untuk membawa pulang empat medali, meski tidak merinci jenis medali maupun kelas yang menjadi andalan.

“Delapan atlet sudah pasti dan sudah disetujui akan berangkat. Sudah diprediksi oleh tim ahli kira-kira dapat empat medali. Kami akan lihat apakah target itu bisa tercapai,” ujar Djoko, Selasa (18/8).

Pengurus memilih tidak mengungkapkan secara terbuka kelas yang diproyeksikan menyumbang medali. “Menurut tim ahli, peluang dari delapan itu empat medali. Medalinya apa tidak disebut. Pokoknya empat medali,” ujarnya.

Delapan lifter tersebut terdiri atas empat putra dan empat putri. Sektor putra diisi Ricko Saputra yang turun di kelas 60 kilogram, Eko Yuli Irawan (65 kg), Rahmat Erwin Abdullah (75 kg), serta juara Olimpiade Paris 2024 Rizki Juniansyah (85 kg).

Sementara itu, empat wakil putri adalah Luluk Diana Tri Wijayana di kelas 49 kg, Juliana Klarisa (53 kg), Natasya Beteyob (61 kg), dan Indah Afriza (69 kg). Mereka akan didampingi lima ofisial, yakni Dirdja Wihardja, Erwin Abdullah, Samsusi, Sri Indriyani, dan Triyatno.

Rahmat menjadi tumpuan penting karena berstatus juara bertahan Asian Games. Pada Asian Games Hangzhou 2022 yang digelar pada 2023, Rahmat merebut emas kelas 73 kg dengan total angkatan 359 kg. Ia sekaligus mencetak rekor Asian Games dan rekor dunia clean and jerk dengan angkatan 201 kg.

Berbeda dengan Rahmat, Asian Games Aichi-Nagoya akan menjadi debut Rizki di pesta olahraga terbesar Asia. Peraih emas Olimpiade Paris 2024 itu sebelumnya sempat diproyeksikan bersaing dengan Rahmat untuk memperebutkan posisi di kelas 75 kg.

Cabang angkat besi dijadwalkan berlangsung pada tanggal 23-29 September di Nagoya City Trade and Industry Center. PB PABSI berharap kombinasi pengalaman dan prestasi para lifter mampu membawa Indonesia kembali menorehkan hasil besar.

Sepanjang keikutsertaan angkat besi di Asian Games, Indonesia telah mengoleksi dua emas, delapan perak, dan 14 perunggu. Capaian terbaik dalam satu edisi terjadi pada Asian Games 2018 dengan satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Dua emas Indonesia dipersembahkan Eko Yuli 2018 dan Rahmat pada tahun 2022. ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Targetkan Peningkatan Utilisasi Industri Kopi pada 2029
    Ulasan artikel ini menyajikan peta jalan yang sangat ...
  • Ekonomi Tiongkok Makin Ngebut! Ekspor-Impor Melonjak pada Agustus, Didukung Ledakan Industri AI
    Melihat lonjakan ekspor Tiongkok di sektor AI dan ...
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
Advertisement
Bantuan Presiden, 220 Tukang Becak Sumedang Mulai Dilatih Gunakan Becak Listrik

Bantuan Presiden, 220 Tukang Becak Sumedang Mulai Dilatih Gunakan Becak Listrik

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.