Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 06:02 WIB | Oleh:
Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri Doc: antara foto
Ket. Penandatangan nota kesepakatan bersama antara Pemprov Kaltara dengan dua perusahaan besar, yaitu PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) dan PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) dalam Temu Bisnis Terarah di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (18/8).

TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara meminta perusahaan-perusahaan besar untuk melibatkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal dapat masuk ke kawasan industri yang beroperasi di Kaltara.

Permintaan itu dibuktikan dalam penandatangan nota kesepakatan bersama antara Pemprov Kaltara dengan dua perusahaan besar, yaitu PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) dan PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) dalam Temu Bisnis Terarah di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (18/8).

“Bersyukur ada dua perusahaan besar di Kaltara yaitu PT KIPI dan PT PKN yang siap membantu menerima UMKM lokal masuk untuk melakukan usaha di wilayah kerja mereka,” ujar Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang seusai penandatanganan kesepakatan.

Zainal mengatakan, Temu Bisnis Terarah dengan tema “Kemitraan Kebutuhan Industri dengan Ketersediaan UMKM Lokal” ini merupakan sebuah penegasan Pemprov Kaltara yang tidak ingin UMKM lokal hanya menjadi pelaku usaha yang berjalan sendiri-sendiri tanpa arah yang jelas.

“Kita ingin UMKM kita naik kelas, semakin tangguh, memiliki pasar yang lebih luas, dan mampu menjadi bagian tak terpisahkan dari rantai pasok (supply chain) industri di Kaltara,” tegasnya.

Kaltara saat ini, kata dia, sedang berada dalam momentum besar pembangunan ekonomi dengan berkembangnya Kawasan Industri Tanah Kuning sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan itu merupakan peluang emas yang harus ditangkap bersama.

Pemprov, lanjutnya, tentu ingin investasi dan pertumbuhan industri yang hadir di Kaltara tidak hanya menghasilkan deretan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi harus memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi masyarakat serta pelaku usaha lokal.

Di sinilah, menurut dia, Pemprov Kaltara hadir untuk memberikan dukungan dan fasilitasi secara konkret.

“UMKM Kaltara harus kita dorong agar tidak sekadar menjadi penonton di rumah sendiri, melainkan tampil sebagai pemain utama dalam rantai pasok industri,” tegas Zainal.

Sebab itu, penandatanganan kesepakatan di Temu Bisnis Terarah yang dihadiri para pengusaha UMKM se-Kaltara tersebut jadi langkah strategis untuk membangun ekosistem ekonomi daerah yang inklusif karena mempertemukan secara langsung kebutuhan pihak industri dengan kemampuan dan kapasitas produk UMKM lokal.

Pemprov ingin memetakan apa yang dibutuhkan industri, sekaligus membantu UMKM mempersiapkan standar, kualitas, legalitas, hingga kapasitas produksi agar benar-benar siap bermitra dan memenuhi kebutuhan tersebut.

“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia industri, dan UMKM, saya optimis aktivitas industri dan usaha besar yang beroperasi di Kaltara akan menghasilkan nilai tambah lebih besar, membuka lebih banyak kesempatan usaha bagi masyarakat lokal, dan memastikan setiap investasi yang masuk memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi pembangunan Kaltara,” katanya.

Kementerian UMKM RI, melalui Kepala Bidang Rantai Pasok Usaha Berry Fauzy mengapresiasi langkah Pemprov Kaltara yang melakukan intervensi kebijakan agar UMKM di Kaltara masuk di industri dan perusahaan besar.

“Itu luar biasa. Jadi ini ada intervensi langsung kebijakan terhadap industri dan itu bisa menggendong UMKM,” ujarnya usai menjadi pembicara di Temu Bisnis Terarah.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Marketing VALTEKINDO
Marketing VALTEKINDO
19 Aug 2026, 09:31 WIB.

Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk terintegrasi langsung ke dalam rantai pasok perusahaan raksasa seperti PT KIPI dan PT PKN sangatlah visioner, mengingat pemenuhan standar kualitas, legalitas, serta kapasitas produksi dalam ekosistem manufaktur modern tentunya membutuhkan dukungan pembinaan riil agar pengusaha lokal tidak sekadar menjadi penonton di rumah sendiri.

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
PLN Sukses Amankan Pasokan ...
Nasional
SKK Migas Umumkan Kurangi E...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.