Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tensi Dunia Memanas, Rupiah Hari Ini Ikut Tergelincir di Pasar Valas

📅 Senin, 08 Jun 2026, 16:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tensi Dunia Memanas, Rupiah Hari Ini Ikut Tergelincir di Pasar Valas Doc: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dollar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya tensi geopolitik mencerminkan sensitivitas pasar keuangan terhadap ketidakpastian global.

Kondisi ini mendorong investor cenderung mengalihkan aset ke instrumen yang dianggap lebih aman (safe haven), sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain faktor eksternal, tekanan juga dapat diperkuat oleh ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga global dan arus modal keluar.

Dalam situasi seperti ini, stabilitas makroekonomi, cadangan devisa yang memadai, serta respons kebijakan moneter yang tepat menjadi kunci untuk menjaga volatilitas rupiah tetap terkendali.

Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan, Senin (8/6) sore, melemah 152 poin atau 0,84 persen menjadi Rp18.188 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.036 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah disebabkan tensi geopolitik yang memanas pasca serangan zionis Israel ke Iran.

"Suara ledakan terdengar di Teheran, Tabriz, dan Isfahan, mengikis harapan akan segera berakhirnya perang yang lebih luas dan dimulainya kembali aliran minyak mentah melalui Selat Hormuz," ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Israel mengatakan mereka menyerang pabrik petrokimia di barat daya Iran, bersamaan dengan serangan di tempat lain terhadap target militer.

Hal itu terjadi meskipun Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan diri dari serangan lebih lanjut.

Meskipun Iran menembakkan rentetan rudal ke target Israel sebagai balasan atas serangan Israel ke Lebanon, Trump bersikeras bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang yang lebih luas masih sangat mungkin tercapai.

Kantor perdana menteri Israel sebelumnya mengatakan tentara Israel menyerang pinggiran kota Beirut selatan di Lebanon untuk membalas penembakan yang dilakukan kelompok Hizbullah.

Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), serangan udara Israel menghantam dua apartemen di kawasan permukiman tanpa adanya laporan korban jiwa.

Serangan Hizbullah dipicu Israel yang terus menyerang puluhan permukiman di Lebanon selatan setiap hari dan mempertahankan kendali tembakan atas sejumlah permukiman di perbatasan.

Akibatnya, Hizbullah pun melakukan operasi militer terhadap pasukan penjajah Israel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Nasional
Perkembangan AI Terlalu Cep...
Megapolitan
Aparat Perketat Gerakan Pel...
Luar Negeri
Menlu RI Ungkap Reformasi P...

Jangan Pernah Tinggalkan Anak Sendirian

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Jangan Pernah Tinggalkan An...

Cara Unik Banten Mengembangkan Sikap Nasionalisme

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Cara Unik Banten Mengembang...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.