Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendukbangga Prioritaskan Layanan KB Gratis untuk Keluarga Kurang Mampu

31 Senin, 08 Jun 2026, 16:28 WIB | Oleh:
Kemendukbangga Prioritaskan Layanan KB Gratis untuk Keluarga Kurang Mampu Kemendukbangga Prioritaskan Layanan KB Gratis untuk Keluarga Kurang Mampu Doc: antara foto
Ket. Layanan KB gratis

JAKARTA - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan layanan kontrasepsi Keluarga Berencana (KB) gratis dan serentak tahun 2026 akan difokuskan kepada keluarga kurang mampu, khususnya kelompok Desil 1-2.

"Prioritaskan kepada warga yang membutuhkan, khususnya Desil 1-4. Yang mandiri Insya Allah bisa, tetapi kita usahakan yang Desil 1-2. Semua gratis, ada vasektomi, tubektomi, pil, suntik, implan," kata Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam kick off Layanan KB Serentak yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (8/6).

Mendukbangga Wihaji mengemukakan program layanan KB gratis serentak dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada 29 Juni 2026 mendatang, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sejak tingkat keluarga.

Menurutnya, kelompok masyarakat rentan perlu mendapat prioritas karena dampak kehamilan yang tidak direncanakan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan, ekonomi, dan pengasuhan anak.

Layanan kontrasepsi secara gratis mulai dari pil, suntik, implan, hingga metode kontrasepsi permanen ini, merupakan langkah strategis untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Mendukbangga menekankan Program KB bukan upaya membatasi kelahiran secara paksa, melainkan memberikan hak kepada masyarakat untuk merencanakan keluarga sesuai kondisi masing-masing.

"Ini bagian dari pesan Presiden yang berkenaan dengan penciptaan SDM yang lebih kuat," ujar Mendukbangga Wihaji.

Menteri Wihaji juga menyebutkan ada 46 juta keluarga di Indonesia yang memiliki pasangan usia subur, yang membuat potensi kelahiran harus dikendalikan, bukan berarti memaksa keluarga untuk ber-KB, melainkan untuk memberikan ruang agar Warga Negara Indonesia (WNI) bisa menentukan haknya mengatur angka kelahirannya.

"Perempuan tetap bisa bekerja, tetapi tidak mengurangi hak juga untuk kebutuhan reproduksi. Harus dijaga supaya kesehatan dan ekonomi tidak terganggu. Hari ini kita memastikan KB ini masih penting, khususnya KB pascapersalinan. Rata-rata saya keliling Indonesia, anak ketiga sampai kelima disebabkan karena kebobolan," ucap Mendukbangga.

Ia menegaskan potensi angka kematian ibu, angka kematian bayi, hingga stunting, akan naik apabila angka kelahiran tidak dikendalikan melalui KB, sehingga potensi negara memberikan subsidi bisa semakin banyak.

"Kalau kita hitung, program ini luar bisa memberikan kontribusi pada negara. Kita kan rata-rata 4,8 juta setiap tahun, berapa negara memberikan subsidi? (KB) Ini memang tidak kelihatan, membangun jalan rusak, rumah sakit, itu kelihatan, tetapi ini memang tidak kelihatan, tapi percayalah, ini kontribusi yang paling riil memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara," ucap Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Daerah
Dinas Perdagangan Kota Mata...

Persela Raih Kemenangan Atas Persipura

34 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Persela Raih Kemenangan Ata...
Daerah
Perum Bulog Papua Perketat ...
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.