Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Amerika Serikat Dilaporkan Uji Coba Perdana Sistem Pertahanan Rudal Kubah Emas, Telan Biaya Rp3,1 Kuadriliun

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 13:40 WIB | Oleh:
Amerika Serikat Dilaporkan Uji Coba Perdana Sistem Pertahanan Rudal Kubah Emas, Telan Biaya Rp3,1 Kuadriliun Doc: istimewa
Ket. Sistem pertahanan Golden Dome milik Amerika Serikat.

WASHINGTON - Para pengembang sistem pencegat berbasis ruang angkasa bagi program sistem pertahanan rudal Kubah Emas (Golden Dome) Amerika Serikat (AS) telah memulai tahap pengujian berikutnya setelah berhasil menyelesaikan uji coba awal. Sistem pertahanan ini diperkirakan akan menelan biaya hampir $175 miliar atau sekitar 3,1 kuadriliun rupiah.

Hal itu disampaikan oleh Jenderal Angkatan Luar Angkasa AS Michael Guetlein, yang memimpin proyek tersebut, seperti dilaporkan Bloomberg.

Sebelumnya, Bloomberg melaporkan Pentagon akan menyelesaikan uji coba awal dalam rangka program pertahanan rudal berbasis ruang angkasa tersebut pada akhir 2026.

Menurut jaringan berita bisnis dan finansial AS itu, uji coba awal mencakup pengiriman data dari sensor ke pesawat penangkap, serta pengujian sistem tenaga penggerak pesawat luar angkasa.

Dalam sebuah konferensi pada Selasa (11/8), Jenderal Guetlein mengatakan perusahaan-perusahaan pengembang kini telah beralih ke tahap berikutnya, yakni menguji teknologi itu secara langsung di luar angkasa.

Pada Mei 2025, Presiden AS Donald Trump mengumumkan proyek sistem pertahanan rudal Kubah Emas AS, yang diperkirakan akan menelan biaya hampir $175 miliar (sekitar Rp3,1 kuadriliun).

Perisai berlapis-lapis dalam sistem pertahanan rudal itu akan mengintegrasikan sistem darat, laut, dan antariksa untuk melindungi AS dari ancaman rudal. Uji coba dalam skala besar dijadwalkan berlangsung untuk pertama kalinya pada akhir tahun 2028.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Olahraga
Indonesia Imbang Lawan Mala...

Penataan dan Penertiban Kabel Utilitas di Jakarta

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan dan Penertiban Kab...
Daerah
Calon Pekerja Migran Bali B...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.