Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertamina dan Pemerintah Kabupaten Sampang Cegah Penyalahgunaan LPG 3 Kilogram

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 08:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertamina dan Pemerintah Kabupaten Sampang Cegah Penyalahgunaan LPG 3 Kilogram Doc: ANTARA
Ket. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat meninjau stok LPG 3 kilogram di pangkalan di Surabaya, Kamis (9/4/2026). 

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, bersama Pertamina mencegah penyalahgunaan LPG bersubsidi tabung ukuran 3 kilogram dengan melakukan pemantauan langsung ke agen dan pangkalan di wilayah itu.

Menurut Analis Kebijakan Muda pada Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Sampang, Abd Barri, langkah itu dilakukan menyusul adanya keluhan dari masyarakat tentang kelangkaan LPG 3 kilogram.

"Hasil koordinasi kami dengan pihak Pertamina menyebutkan bahwa pasokan LPG 3 kilogram atau LPG bersubsidi dari Pertamina tetap, akan tetapi kelangkaan terjadi di masyarakat. Karena itu, kami melakukan pengawasan bersama untuk mengetahui penyebab kelangkaan tersebut," katanya di Sampang, Sabtu (11/4).

Barri menjelaskan, pengawasan dilakukan di sejumlah titik pangkalan di kecamatan Kota Sampang dalam sepekan terakhir ini.

Hasilnya diketahui bahwa kelangkaan LPG 3 kilogram itu, karena kebutuhan konsumsi masyarakat meningkat pada saat Ramadhan, hingga Lebaran dan pasca Lebaran.

"Peningkatan kebutuhan pasca Lebaran, karena banyak kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, seperti pernikah," katanya.

Secara terpisah Area Manager Communication, Relations and CSR Jatimbalinus (Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara) Ahad Rahedi menyatakan, pihaknya telah mengarahkan agen LPG 3 kilogram untuk memprioritaskan penyaluran ke wilayah-wilayah dengan peningkatan konsumsi yang tinggi atau yang terindikasi mengalami kekosongan stok. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk menjaga keseimbangan distribusi.

"Hasil klarifikasi kami dengan pihak agen menyebutkan bahwa kelangkaan LPG bersubsidi 3 kilogram itu, karena memang terjadi peningkatan konsumsi," katanya.

Rahedi menjelaskan, untuk memperkuat ketersediaan, pihaknya mulai melakukan penyaluran tambahan sebanyak 50 tabung ke masing-masing agen.

"Upaya ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan merata," katanya.

Selain memprioritaskan distribusi pada wilayah dengan tingkat konsumsi tinggi, pihak agen juga diimbau untuk mengutamakan penyaluran kepada konsumen rumah tangga agar distribusi lebih tepat sasaran.

Sebelumnya warga di sejumlah kelurahan dan desa di Kecamatan Kota Sampang mengeluhkan kelangkaan LPG bersubsidi 3 kilogram di kios dan agen hingga menyebabkan harga jual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) antara Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per tabung. Padahal HET LPG 3 kilogram yang ditetapkan pemerintah Rp18 ribu per tabung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Trump Klaim Russia-Ukraina ...

Kabar Menggembirakan, Jantho Telah Melahirkan Bocah ke-12

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kabar Menggembirakan, Janth...

Kawasan Ala Myeongdong Korea Akan Hadir di Jakarta

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kawasan Ala Myeongdong Kore...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.