Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasil SNLIK 2026: 62,51 Persen Masyarakat Tahu Simpanan Bank Dijamin LPS

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 02:25 WIB | Oleh:
Hasil SNLIK 2026: 62,51 Persen Masyarakat Tahu Simpanan Bank Dijamin LPS Doc: ANTARA/Bayu Saputra
Ket. Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu saat ditemui di Jakarta, Senin (10/8).

JAKARTA - Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan sebanyak 62,51 persen masyarakat telah mengetahui simpanannya di bank dijamin, Senin (10/8). 

Sementara sebanyak 46,31 persen responden mengetahui adanya keberadaan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) atau setidaknya pernah melihat logo LPS.

“62,51 persen penduduk berusia 15-79 tahun sudah mengetahui bahwa simpanannya dijamin. Kemudian, dari kelompok tersebut sebesar 46,31 persen mengetahui LPS,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Selain itu, SNLIK mencatat pengetahuan masyarakat mengenai program penjaminan polis asuransi masih rendah. Hanya 12,47 persen penduduk berusia 15-79 tahun yang memiliki polis asuransi selain BPJS mengetahui bahwa polis asuransinya akan dijamin.

Survei indeks tahun ini menjadi kali pertama LPS turut dilibatkan dalam pelaksanaan survei nasional tersebut.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menilai, hasil survei ini penting bagi LPS guna menentukan kelompok masyarakat mana yang perlu menjadi sasaran edukasi.

Hasil survei menggambarkan bahwa capaian literasi belum merata antarkelompok masyarakat.

Berdasarkan hasil analisa, ruang penguatan terbesar berada pada kelompok masyarakat berpendidikan SMA/sederajat, berpenghasilan di bawah Rp3,5 juta per bulan, serta yang memiliki simpanan di bawah Rp100 juta.

Temuan itu bakal menjadi dasar bagi LPS dalam menyusun strategi edukasi dan literasi keuangan ke depan.

”LPS akan lebih fokus pada kelompok atau masyarakat berpendidikan SMA ke bawah. Kalau kita mau sosialisasi, yang kita tuju adalah mereka yang berpendidikan SMA ke bawah. Kita bikin literasi, kita bikin festival. Mereka lah pengguna atau pemilik rekening yang perlu diedukasi,” ujar Anggito.

Untuk kelompok berpendidikan SMA ke bawah dan berpenghasilan rendah, LPS akan mendorong penggunaan bahasa sehari-hari, video pendek, hingga infografis dalam kegiatan edukasi. Edukasi juga akan diperluas ke pasar, koperasi, dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), tidak hanya dilakukan di kantor perbankan.

Sasaran berikutnya adalah masyarakat dengan simpanan di bawah Rp100 juta.

LPS akan mendorong penyampaian informasi mengenai penjaminan simpanan melalui berbagai titik interaksi nasabah dengan perbankan, seperti saat pembukaan rekening, aplikasi perbankan, maupun di layar ATM.

Sementara itu, edukasi bagi perempuan dan masyarakat lanjut usia di wilayah perdesaan akan dilakukan melalui pendekatan tatap muka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Prancis Bosah-baseh, Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah

Prancis Bosah-baseh, Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.