Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gereja: Festival Golo Koe Penggerak Nilai-nilai Keberlanjutan Ekologis dan Kehidupan Flores

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 15:23 WIB | Oleh:
Gereja: Festival Golo Koe Penggerak Nilai-nilai Keberlanjutan Ekologis dan Kehidupan Flores Doc: antara foto
Ket. Festival Golo Koe Maria Assumpta di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

KUPANG - Gereja Katolik menyebut Festival Golo Koe Maria Assumpta di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi ruang untuk menggerakkan nilai-nilai keberlanjutan ekologis dan kehidupan masyarakat di Flores, seiring perkembangan pariwisata di daerah tersebut.

“Bagi kami, Festival Golo Koe merupakan bagian dari promosi kepariwisataan daerah, sekaligus menjadi motor penggerak bagi nilai-nilai keberlanjutan ekologis dan kehidupan di sini,” kata Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus, dalam keterangan di Kupang, Selasa (11/8).

Hal ini disampaikan saat menghadiri Festival Golo Koe 2026 yang dihadiri juga oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Labuan Bajo.

Menurut Mgr. Maksimus Regus, Festival Golo Koe tidak semata-mata menjadi perayaan iman, tetapi juga bagian dari promosi kepariwisataan yang harus memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Ia mengatakan keindahan alam Labuan Bajo dan Flores, merupakan anugerah yang harus dirawat bersama, terlebih sektor pariwisata menjadi salah satu andalan pembangunan daerah.

Menurut dia, perkembangan pariwisata tidak boleh mengabaikan kelestarian lingkungan maupun kehidupan masyarakat lokal yang menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata di Flores.

Karena itu, setiap kebijakan dan aktivitas pembangunan yang berpotensi mengancam kelestarian lingkungan perlu menjadi perhatian seluruh pihak.

“Mudah-mudahan perjalanan kolaboratif kita ini melahirkan inspirasi untuk kegiatan-kegiatan yang berdampak positif, terutama bagi masyarakat lokal dan mereka yang mungkin tertinggal dari laju pembangunan pariwisata pada khususnya serta pembangunan pada umumnya,” katanya.

Mgr. Maksimus menegaskan kolaborasi antara Gereja, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar pembangunan pariwisata dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Plt. Direktur Utama BPOLBF Andhy M.T. Marpaung mengatakan Festival Golo Koe memperkaya pengalaman wisatawan dengan mempertemukan mereka secara langsung dengan kehidupan masyarakat, budaya, seni dan nilai-nilai lokal Labuan Bajo.

“BPOLBF mendukung penyelenggaraan Festival Golo Koe. Event ini menjadi salah satu ruang yang mempertemukan wisatawan dengan kehidupan masyarakat, budaya, seni, dan nilai-nilai lokal yang menjadi bagian penting dari Labuan Bajo,” ujarnya.

Ia mengajak wisatawan yang sedang maupun akan berkunjung ke Labuan Bajo untuk turut meramaikan Festival Golo Koe yang berlangsung di kawasan Marina Waterfront Labuan Bajo hingga Sabtu (15/8).

Wisatawan dapat menikmati beragam aktivitas, mulai dari UMKM, kuliner, seni dan budaya, hingga berbagai kegiatan lainnya, sekaligus mengenal Labuan Bajo lebih dekat dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta pelaku usaha lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.