Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memantau Pergerakan Buaya Muara di Perairan Tulungagung

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 22:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memantau Pergerakan Buaya Muara di Perairan Tulungagung Doc: Antara
Ket. Petugas Polairud melakukan pemantauan setelah kemunculan buaya muara di perairan Pantai Popoh, Tulungagung, Jatim, Senin (10/8/2026).

Tulungagung - Tim Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) terus memantau kemunculan seekor buaya di pesisir selatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang beberapa kali terlihat melakukan pergerakan pindah lokasi dari Pantai Sidem hingga Popoh.

Koordinator PSDKP Tulungagung Samsul Rijal di Tulungagung, Rabu, mengatakan petugas bersama TNI AL dan Polairud terus berkoordinasi untuk memantau keberadaan satwa tersebut.

"Buaya itu sempat muncul kemudian menghilang dan berpindah-pindah tempat. Petugas rutin melakukan pemeriksaan ke lokasi untuk memantau keberadaannya," katanya.

Dia menjelaskan petugas belum dapat melakukan evakuasi karena buaya lebih sering berada di perairan. Kondisi tersebut menyulitkan proses penangkapan karena buaya memiliki kemampuan berenang dan menyelam serta dapat bersifat agresif.

Selain itu, penanganan satwa tersebut harus dilakukan sesuai prosedur karena termasuk satwa yang dilindungi sehingga evakuasi harus dilakukan dalam kondisi hidup dan tidak dapat dilakukan dengan cara sembarangan.

"Penanganan di laut memerlukan keterlibatan dan pengalaman khusus, termasuk sinergi dengan nelayan lokal. Namun, melihat karakter buaya yang agresif serta mampu berenang dan menyelam, evakuasi tetap sulit dilakukan," ujarnya.

Samsul mengatakan proses evakuasi akan lebih memungkinkan apabila buaya tersebut berada di daratan.

Oleh karena itu, petugas saat ini memprioritaskan pemantauan untuk mengetahui pola kemunculan dan pergerakan satwa tersebut.

PSDKP Tulungagung juga belum dapat memastikan jenis maupun asal-usul buaya karena belum melakukan identifikasi secara langsung.

Petugas sejauh ini hanya melakukan pemantauan dari daratan saat buaya muncul di permukaan.

Dia menjelaskan terdapat kemungkinan satwa tersebut buaya muara dengan habitat di kawasan muara Sungai Niyama.

Namun, kemungkinan lain juga masih terbuka karena sebelumnya informasi mengenai buaya yang lepas dari pemeliharaan di wilayah pesisir Malang.

"Kami belum bisa melakukan identifikasi secara langsung karena buaya ini lebih sering berada di perairan daripada di daratan. Untuk sementara kami melakukan pemantauan dan koordinasi," katanya.

Petugas mengimbau masyarakat, khususnya warga dan nelayan, di kawasan pesisir selatan Tulungagung, tidak mendekati atau berupaya menangkap buaya apabila kembali terlihat dan segera melaporkan kemunculan kepada petugas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Sawah di Bekasi Alami Keker...
Advertisement
Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

Terkait Meninggalnya Taruna, Politeknik Pelayaran Malahayati Lakukan Penelusuran Internal dan Siap Dukung Proses Penyelidikan 

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.