Campuran E20 Dikebut, Wajah Energi Indonesia Siap Berubah
📅 Rabu, 12 Agu 2026, 22:35 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Memperkuat ketahanan energi nasional menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan energi eksternal dan menghadapi gejolak harga global.
Upaya ini perlu didukung diversifikasi sumber energi, peningkatan produksi domestik, pengembangan energi terbarukan, serta penguatan infrastruktur dan cadangan energi.
Ketahanan energi yang semakin kuat akan menjaga stabilitas biaya produksi, mengurangi tekanan terhadap neraca perdagangan, sekaligus memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan ketika terjadi gangguan pasokan global.
Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menyampaikan penerapan campuran etanol 20 persen atau E20 dalam bahan bakar minyak (BBM) dilakukan pada 2029 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
"Maka 2029 itu etanol campuran 20 persen sudah bisa kita laksanakan," kata Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kemenko Perekonomian Elen Setiadi dalam MINDialogue, di Jakarta, Rabu (12/8).
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, saat ini penerapan campuran etanol dalam BBM masih berada pada tingkat lima persen. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah akan memperluas sumber bahan baku etanol yang berasal dari komoditas domestik, seperti tebu dan singkong.
Salah satu sumber potensial berasal dari tetes tebu yang dikembangkan melalui program food estate di sejumlah wilayah, termasuk Papua.
Selain itu, Elen menilai pengembangan ekosistem energi menjadi kunci dalam mempercepat industrialisasi nasional. Menurutnya, ketahanan energi memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan sektor industri.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Arahan Presiden sudah jelas Astacita bahwa ketahanan energi itu menjadi bagian penting. Kemudian ada bagian kedua adalah hilirisasinya," kata dia lagi.
Menurut dia, dinamika global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah, menjadi pembelajaran penting bagi Indonesia untuk memperkuat pengelolaan sumber daya alam dan ketahanan energi.
Elen menyebut program Biodiesel 50 (B50) menjadi salah satu contoh penguatan ketahanan energi nasional, mengingat lewat program ini, Indonesia mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.
Ia menambahkan, pemerintah juga terus menjaga ketersediaan BBM bersubsidi, baik solar maupun pertalite, agar harga di tingkat masyarakat tetap terkendali.
"Presiden sudah jamin sampai akhir tahun harga untuk BBM bersubsidi, solar maupun pertalite tetap dijaga pada harga sekarang," ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!