Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian ESDM Percepat Pemerataan SPKLU Imbangi Pertumbuhan Mobil Listrik

3 Rabu, 12 Agu 2026, 05:47 WIB | Oleh:
Kementerian ESDM Percepat Pemerataan SPKLU Imbangi Pertumbuhan Mobil Listrik Kementerian ESDM Percepat Pemerataan SPKLU Imbangi Pertumbuhan Mobil Listrik Doc: ANTARA/HO-PLN
Ket. Fasilitas SPKLU yang disediakan oleh PLN.

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat pemerataan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mengimbangi pertumbuhan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dengan melakukan sinergi antarpemangku kepentingan.

“Pengembangan SPKLU juga membuka ruang bagi beragam model bisnis. Keberagaman model usaha tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi badan usaha dan mempercepat penyediaan infrastruktur pengisian di berbagai wilayah,” ujar Koordinator Pengembangan Smart Grid, Stasiun Pengisian dan Penyimpanan Listrik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Wahyudi Joko Santoso yang dikutip dari laman resmi Ditjen Gatrik Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (11/8).

Joko menyampaikan pemerintah telah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 24.K/TL.01/MEM.L/2025 tentang Rencana Pengembangan SPKLU untuk periode tahun 2025 hingga 2030.

Kepmen tersebut, lanjut dia, merupakan dokumen acuan perencanaan pengembangan SPKLU di Indonesia.

Untuk itu Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan, dan secara aktif melaksanakan monitoring dan evaluasi implementasi Kepmen tersebut sebagai langkah percepatan pembangunan SPKLU.

Disampaikan Wahyudi, Kepmen ESDM Nomor 24.K/2025 diterbitkan untuk mendukung percepatan penyediaan SPKLU dengan mempertimbangkan distribusi lokasi dan tipe teknologi pengisian.

Rencana tersebut mencakup penyediaan SPKLU di berbagai lokasi, seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, kawasan industri, rest area jalan tol, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), kawasan pariwisata, rumah sakit, stasiun kereta api, terminal, hotel, hingga pelabuhan.

Pada kesempatan yang sama, Subkoordinator Pengembangan Stasiun Pengisian dan Penyimpanan Listrik Ditjen Gatrik Kementerian ESDM Andi Nur Arief Wibowo memaparkan, pemerintah terus mendorong penyederhanaan perizinan berusaha bagi penyelenggara SPKLU guna memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk membangun infrastruktur pengisian kendaraan listrik di Indonesia.

Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan proses perizinan yang lebih sederhana, efisien, dan mendukung percepatan pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional.

“Peluangnya (pengembangan SPKLU) izinnya sudah semakin sederhana, Pemerintah sudah punya plan untuk pengembangan SPKLU, dan juga model bisnis yang beragam,” ujar Andi.

Diwartakan sebelumnya, Direktur Retail dan Niaga PLN M Fahrur Rozy mengatakan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang semakin kuat yang tercermin dari konsumsi listrik pada SPKLU yang mencapai 62,4 juta kilowatt hour (kWh) hingga Juni 2026.

Realisasi selama enam bulan tersebut, lanjut dia, telah melampaui konsumsi listrik SPKLU sepanjang 2025 yang tercatat sebesar 48,5 juta kWh atau tumbuh 28 persen. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.