Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Internet BAKTI Lindungi Petani Sulteng dari Tipuan Tengkulak, Bagaimana Caranya?

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 21:20 WIB | Oleh:
Internet BAKTI Lindungi Petani Sulteng dari Tipuan Tengkulak, Bagaimana Caranya? Doc: ANTARA/Farhan Arda Nugraha
Ket. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Parigi Moutong Khairuddin (kedua dari kiri) dan Kepala Desa Baina Barat Yuslan (kedua dari kanan) dalam sesi diskusi acara BAKTI Media Connect 2026 di Jakarta, Rabu (12/8).

JAKARTA - Infrastruktur digital yang dibangun Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tidak hanya memperluas akses internet masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tetapi juga berdampak terhadap perekonomian setempat.

Seperti di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), sebelum adanya jaringan, masyarakat di daerah pegunungan kesulitan memperoleh informasi mengenai harga hasil pertanian. Akibatnya, mereka sering dibohongi para tengkulak.

"Karena dulu itu, para petani itu masih banyak dibohongi. Dibohongi para tengkulak, yang sebenarnya harga itu sudah naik, tapi para tengkulak ini sampaikan bahwa harganya turun," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Parigi Moutong Khairuddin dalam acara BAKTI Media Connect 2026 di Jakarta, Rabu (12/8).

Kini, setelah internet bisa diakses dengan mudah, masyarakat di daerah terpencil memperoleh informasi harga komoditas sehingga posisi tawar petani terhadap tengkulak menjadi lebih kuat.

"Dengan adanya ini bantuan dari BAKTI, masyarakat sudah bisa mengakses semua informasi-informasi yang ada di khususnya di provinsi, kabupaten sampai di kecamatan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Baina Barat Yuslan mengatakan perubahan serupa juga dirasakan langsung oleh masyarakat desanya.

Menurutnya, masyarakat kini dapat membandingkan harga dan mencari pembeli dengan harga yang lebih baik sebelum menjual hasil pertaniannya.

Dengan akses internet, warga dapat menghubungi pengusaha atau calon pembeli di luar desa untuk membandingkan harga. Petani juga kini memiliki pilihan untuk menahan hasil panen hingga harga dianggap lebih menguntungkan.

"Setelah masuknya program BTS dari BAKTI, masyarakat merasa sangat senang bisa internetan. Sekarang mereka tidak bisa dibohongi lagi oleh para tengkulak," kata Yuslan.

Dampak serupa juga dirasakan pelaku UMKM. Yuslan mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk dan menerima pesanan dari luar desa.

"Mudah aksesnya untuk mereka mendapatkan misalnya seperti makanan yang dibuat kemudian dijual, kemudian mereka unggah, di foto unggahan kemudian dikirim di media sosial,” tuturnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Calon Pekerja Migran Bali B...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.