Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gaza Bertahan di Antara Rasa Haus dan Penyakit Menular yang Mengintai

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 20:17 WIB | Oleh:
Gaza Bertahan di Antara Rasa Haus dan Penyakit Menular yang Mengintai Doc: AFP/EYAD BABA

JENEWA - Sebagian besar penduduk di seluruh wilayah Palestina yang diduduki tidak memiliki akses yang memadai terhadap air, sanitasi, dan kebersihan, demikian disampaikan pekerja kemanusiaan PBB pada Selasa (11/8).

Lebih dari 1,3 juta orang, atau lebih dari separuh populasi, hanya memiliki akses terhadap kurang dari 6 liter air per orang per hari untuk minum dan memasak, kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

Menurut standar kemanusiaan, kebutuhan minimum air dalam situasi darurat adalah 15 liter per orang per hari, yang mencakup air untuk minum, mencuci, dan memasak, kata OCHA.

Kantor tersebut mengatakan 700.000 orang lainnya memiliki akses kurang dari 9 liter air untuk kebutuhan rumah tangga per orang per hari, sehingga kemampuan mereka untuk menjaga kebersihan diri, membersihkan rumah, dan memenuhi kebutuhan anak-anak menjadi terbatas.

Tiga dari setiap empat orang mengandalkan pasokan air dari truk tangki. Mitra-mitra kemanusiaan menyalurkan air ke lebih dari 2.500 titik pengambilan air setiap hari dan ke lebih dari 100 lokasi pengungsian di seluruh Gaza pada bulan lalu, kata OCHA.

"Orang-orang harus berdesak-desakan di titik pengambilan air dan tidak memiliki cukup wadah untuk membawa air kembali ke rumah, tugas yang sering kali harus dilakukan oleh anak-anak," kata OCHA.

Hanya separuh dari seluruh rumah tangga yang memiliki akses ke sanitasi dasar, atau fasilitas pribadi yang mencegah kontak dengan kotoran manusia. Separuh lainnya bergantung pada fasilitas bersama yang tidak memadai atau tidak aman, sehingga meningkatkan risiko kesehatan.

Kantor tersebut menambahkan bahwa para mitra kemanusiaan mengumpulkan sekitar 80 persen dari seluruh sampah padat yang dihasilkan di Jalur Gaza. Namun, lebih dari 900.000 orang melaporkan masih terpapar sampah yang menumpuk di kawasan permukiman.

OCHA mengatakan pendanaan yang konsisten, izin tambahan untuk mengimpor suku cadang, serta pemulihan akses ke tempat pembuangan akhir di wilayah yang aksesnya dibatasi tetap menjadi hal yang sangat penting. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Minggu Bakal Diguyur Hujan,...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.