Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

1 Juni Bukan Sekadar Seremonial, Pancasila Jadi Kunci Pendidikan Berkualitas untuk Semua

📅 Senin, 01 Jun 2026, 11:17 WIB | Oleh:
1 Juni Bukan Sekadar Seremonial, Pancasila Jadi Kunci Pendidikan Berkualitas untuk Semua Doc: Antara Foto
Ket. Ilustrasi. Perajin menyelesaikan pewarnaan patung lambang Garuda Pancasila

Pancasila yang hari lahirnya diperingati setiap tanggal 1 Juni menjadi dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia serta sumber nilai atau fondasi dalam penyelenggaraan pendidikan yang inklusif, adil, humanis, dan berkualitas.

Sebagai ideologi yang terbuka (open ideology), Pancasila memiliki nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis yang dapat dikembangkan sesuai dengan dinamika internal bangsa Indonesia serta tuntutan perkembangan global sehingga terwujud cita-cita hidup berbangsa dalam mencapai harkat dan martabat kemanusiaan (human dignity).

UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 Pasal 3 secara tegas menyatakan pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi murid agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pendidikan bermutu yang menjadi visi Kemendikadasmen di era Presiden Prabowo merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan bangsa.

Dalam era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, pendidikan bermutu tidak hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga menjadi keharusan untuk menciptakan generasi yang berdaya saing. Dalam pelaksanaannya, pendidikan bermutu tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga pada pembentukan karakter murid yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Korelasi nilai-nilai

Permendikdasmen Nomor 10 tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) memuat delapan dimensi profil lulusan yang berakar dari nilai-nilai Pancasila yang harus dimiliki oleh lulusan murid di level pendidikan dasar dan menengah, yaitu keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan dan komunikasi.

Dimensi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi landasan utama dalam pembentukan karakter murid. Hal ini terkait dengan keyakinan dan pengamalan ajaran agama/kepercayaannya, berakhlak mulia, serta menjaga hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia, dan lingkungan sehingga mendorong murid untuk memiliki integritas, kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.

Landasan moral ini berkaitan erat dengan dimensi kewargaan karena murid yang beriman dan bertakwa akan menghormati hak dan kewajiban sebagai warga negara, memiliki rasa bangga akan identitas dan budayanya, menghargai keberagaman, menjaga persatuan bangsa, menaati aturan bernegara dan bermasyarakat, serta menjaga keberlanjutan kehidupan, lingkungan, dan harmoni antarbangsa. Dengan demikian, keimanan dan ketakwaan tidak hanya membentuk hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga memperkuat perannya sebagai warga negara yang baik.

Keimanan dan ketakwaan mendukung berkembangnya penalaran kritiskreativitasdankemandirian. Murid dengan nilai-nilai spiritual kuat akan terdorong untuk memiliki rasa ingin tahu, mampu berpikir logis dan analitis, serta mampu menganalisis dan menyelesaikan permasalahan, berargumentasi logis, dan memanfaatkan literasi dan numerasi untuk memecahkan masalah.

Kreativitas yang dilandasi keimanan memungkinkan murid berperilaku produktif, menciptakan inovasi, dan merumuskan solusi bagi permasalahan di sekitarnya, atau dengan kata lain, menghasilkan gagasan dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini akan mendukung kemandirian murid di mana mereka mampu bertanggung jawab, berinisiatif, dan beradaptasi dalam pembelajaran dan pengembangan diri.

Dimensi kolaborasidan kesehatan memiliki hubungan yang erat dengan dimensi keimanan dan ketakwaan. Ajaran agama mengajarkan pentingnya gotong royong, saling menghormati, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan kolektif, sehingga memperkuat kemampuan kolaboratif murid. Nilai syukur dan tanggung jawab terhadap anugerah Tuhan juga mendorong murid menjalankan pola hidup bersih dan sehat berdasarkan pemahaman tentang kebugaran, kesehatan fisik dan mental, dan berkontribusi secara positif terhadap lingkungannya.

Pribadi yang beriman akan memiliki etika komunikasi yang santun, jujur, dan penuh empati. Mereka diarahkan memiliki kemampuan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis dengan baik dan benar, sesuai etika dalam beragam konteks dan moda sehingga dapat menyampaikan gagasan secara efektif sekaligus menghargai pandangan orang lain.

Strategi penguatan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
Nasional
Masalah Karhutla Bukan Api,...

Raker Baleg DPR dengan Pemerintah

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Raker Baleg DPR dengan Peme...
Luar Negeri
Korut Bertekad Memiliki Ang...

PM Jepang Berencana Rombakan Kabinet

2 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
PM Jepang Berencana Rombaka...
Advertisement
Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo   

Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo  

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.