Terbongkar, Ini Penyebab Puluhan Pelajar Hingga Bumil di Tulungagung Tumbang Usai Santap MBG
📅 Selasa, 08 Sep 2026, 01:50 WIB | Oleh: AlfredTULUNGAGUNG - Tim pengawas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tulungagung memperkuat pengawasan dan evaluasi layanan setelah hasil uji laboratorium sampel makanan penyebab keracunan masal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakisrejo keluar dengan hasil positif adanya kontaminasi bakteri penyebab gangguan pencernaan.
Anggota Satgas MBG Tulungagung Sri Wahyuni, Senin, mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya kontaminasi bakteri pada sejumlah sampel makanan yang sebelumnya diamankan untuk pengujian.
"Secara umum memang ada temuan positif bakteri dari hasil uji laboratorium. Bakteri itu dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada penerima manfaat," katanya.
Menurut dia, keberadaan bakteri tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari proses pengolahan, distribusi hingga penyajian makanan.
Namun, pihaknya tidak merinci jenis bakteri yang ditemukan karena kewenangan penjelasan teknis berada pada tim medis dan laboratorium.
Sebagai tindak lanjut, Satgas MBG bersama tim Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) telah melakukan evaluasi lanjutan terhadap operasional dapur SPPG Pakisrejo untuk mengidentifikasi faktor risiko serta memperkuat standar keamanan pangan.
Hasil inspeksi tersebut akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi perbaikan guna memastikan kualitas layanan MBG tetap terjaga dan kejadian serupa tidak terulang.
"Kami akan mendorong percepatan monitoring dan evaluasi secara berkala, termasuk inspeksi mendadak ke SPPG. Kami juga menegaskan kepada pengelola agar segera melaporkan apabila ditemukan indikasi kejadian serupa," ujarnya.
Sebelumnya, sebanyak 66 penerima manfaat program MBG di Kecamatan Rejotangan yang terdiri atas pelajar, balita, ibu hamil dan ibu menyusui dilaporkan mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan yang diproduksi SPPG Pakisrejo pada akhir Juli 2026.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim pengawas mengamankan sampel makanan untuk dilakukan pengujian laboratorium, sementara Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional SPPG Pakisrejo guna mendukung proses evaluasi dan perbaikan layanan.
Pemerintah memastikan pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG terus diperkuat agar manfaat program pemenuhan gizi masyarakat dapat berjalan sesuai standar kesehatan dan keselamatan pangan yang ditetapkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!