Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cahaya Baru dari Kalibumi, Perjuangan PLN Alirkan Energi Bersih untuk Nabire

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 02:05 WIB | Oleh:
Cahaya Baru dari Kalibumi, Perjuangan PLN Alirkan Energi Bersih untuk Nabire Doc: ANTARA/Ali Nur Ichsan
Ket. Manager PLN UP3 Nabire Paulinus Mahuse.

NABIRE - PT PLN (Persero) menyiapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Kalibumi berkapasitas 6,3 megawatt (MW) di Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin (7/9). 

Manager PLN UP3 Nabire Paulinus Mahuse di Nabire, Senin, mengatakan pembangunan PLTMH Kalibumi direncanakan mulai 2027 dan ditargetkan beroperasi secara komersial sekitar 2030.

“Kalau secara Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), pembangunan mulai 2027 dan pengoperasian diprediksi tahun 2030,” katanya.

Ia mengatakan, pembangkit tersebut akan terhubung dengan sistem kelistrikan Nabire sehingga tambahan energi dari tenaga air dapat mendukung kebutuhan listrik di wilayah perkotaan.

Kapasitas awal yang direncanakan mencapai 6,3 MW, namun PLN juga mengkaji peluang peningkatan kapasitas hingga 10 MW dengan mempertimbangkan perkembangan kebutuhan listrik di Nabire.

Menurutnya, PLTMH Kalibumi juga akan membantu meningkatkan keandalan sistem karena sumber pembangkit berada di lokasi berbeda.

Kondisi tersebut memungkinkan sistem memiliki sumber pasokan lain ketika pembangkit menjalani pemeliharaan atau mengalami gangguan.

PLN sebelumnya telah menyiapkan sekitar empat hektare lahan untuk lokasi kantor proyek dan berencana menambah sekitar dua hektare untuk lokasi pembangkit listrik. Kebutuhan lahan untuk akses mobilisasi material juga masih disiapkan.

Ia mengatakan proyek tersebut masih menghadapi sejumlah tahapan yang harus diselesaikan, termasuk proses analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) yang sedang berjalan.

PLN terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Nabire terkait proses perizinan lingkungan, penyiapan lahan, serta akses menuju lokasi pembangunan.

Ia mengatakan, pengembangan pembangkit PLN di Nabire ke depan diarahkan secara bertahap menuju pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), termasuk tenaga air dan tenaga surya.

Namun, penambahan EBT juga perlu diikuti kesiapan sistem kelistrikan karena karakter sejumlah pembangkit terbarukan bersifat intermiten atau bergantung pada kondisi alam.

“Kita juga perlu transisi karena EBT ini sifatnya intermiten. Ini sementara dikaji lebih dalam supaya ketika EBT pembangunannya mulai, kita tidak kaget dengan permasalahan kestabilan sistem,” ujarnya.

PLN menyebut pengembangan PLTMH Kalibumi merupakan bagian dari pengembangan pembangkit EBT untuk memperkuat sistem kelistrikan Nabire.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.