Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menko Airlangga Tekankan KEM-PPKF 2027 untuk Akselerasi Ekonomi

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 13:53 WIB | Oleh:
Menko Airlangga Tekankan KEM-PPKF 2027 untuk Akselerasi Ekonomi Doc: antara foto
Ket. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/5).

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027, yang disampaikan Presiden Prabowo di DPR, bertujuan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/5), Airlangga menyampaikan KEM-PPKF dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) tahun depan itu diyakini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menjadi lebih tinggi.

"Bapak Presiden telah menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal di tahun 2027 kepada Dewan Perwakilan Rakyat, dan dalam penyusunan APBN di 2027 diarahkan untuk mendorong perekonomian yang tumbuh lebih cepat, lebih tinggi," kata dia.

Dijelaskan dia, dalam kerangka tersebut pemerintah menargetkan pendapatan negara berada pada kisaran 11,82-12,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sementara belanja negara diproyeksikan mencapai 13,62-14,80 persen terhadap PDB.

Adapun defisit anggaran diarahkan pada level 1,80-2,40 persen terhadap PDB.

Dalam asumsi dasar ekonomi makro, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2027 berada di kisaran 5,8-6,5 persen, lebih tinggi dibanding target APBN 2026 sebesar 5,4 persen.

Inflasi diperkirakan berada pada rentang 1,5-3,5 persen, sedangkan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun diproyeksikan sebesar 6,5-7,3 persen.

Selain itu, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS, dibanding asumsi APBN 2026 sebesar Rp16.500 per dollar AS.

Harga minyak mentah dipatok pada level 70-95 dollar AS per barel, dengan lifting minyak sebesar 602-615 ribu barel per hari dan lifting gas bumi sebesar 934-977 ribu barel setara minyak per hari.

Pada sasaran pembangunan 2027, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan turun ke kisaran 6,0-6,5 persen dari target 2026 sebesar 6,5-7,5 persen.

Tingkat pengangguran terbuka juga ditargetkan menurun menjadi 4,30-4,87 persen dibanding target 2026 sebesar 4,44-4,96 persen.

Sementara itu, indeks modal manusia ditargetkan mencapai 0,575 pada 2027, naik dari target 2026 sebesar 0,57, dengan rasio gini di 0,362-0,367 persen.

Lebih lanjut, indeks kesejahteraan petani diproyeksikan meningkat menjadi 0,8038 dari sebelumnya 0,7731, sedangkan proporsi penciptaan lapangan kerja formal ditargetkan mencapai 40,81 persen, lebih tinggi dibanding target 2026 sebesar 35,00 persen.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 secara langsung dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Jakarta, Rabu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
PT KAI Tambah Sembilan Perj...

PSIM Berharap Punggawanya Serius Mengikuti TC Timnas di Bali

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSIM Berharap Punggawanya S...
Nasional
BPH Migas Apresiasi Kesadar...
Megapolitan
Kawasan Unggulan Harus Teru...
Megapolitan
Akhirnya LRT Velodrome-Mang...
Megapolitan
Pramono Minta Iwapi Perkuat...
Polri Geledah 12 Lokasi dalam Penyidikan Dugaan Korupsi PLN, Asabri, dan Krakatau Steel

Polri Geledah 12 Lokasi dalam Penyidikan Dugaan Korupsi PLN, Asabri, dan Krakatau Steel

09 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.