Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Kaltara Hubungkan 51 Ribu UMKM ke Kawasan Industri Lewat SINERGI Kaltara

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 01:35 WIB | Oleh:
Pemprov Kaltara Hubungkan 51 Ribu UMKM ke Kawasan Industri Lewat SINERGI Kaltara Doc: ANTARA/HO-DKISP Kaltara
Ket. Sekda Provinsi Kaltara Denny Harianto melihat UMKM disediakan tempat berjualan di kawasan industri oleh perusahaan di Kawasan Industri Tanah Kuning, Bulungan, Kaltara.

TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) meluncurkan program SINERGI Kaltara guna mengintegrasikan 51.840 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal ke dalam rantai pasok kawasan industri besar, Kamis (30/7).

“Pemprov Kaltara terus berupaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui UMKM yang kita hubungkan dengan kawasan industri yang ada di Kaltara,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara Denny Harianto di Tanjung Selor, Kamis.

Upaya menghubungkan UMKM dengan rantai pasok industri besar itu, dilakukan Pemprov Kaltara dengan meluncurkan program Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara (SINERGI Kaltara).

“Ini sebagai langkah strategis kita untuk menghubungkan UMKM dengan rantai pasok industri besar di daerah,” katanya.

Dia menjelaskan latar belakang kehadiran SINERGI Kaltara karena Kaltara mempunyai potensi di Kawasan Industri Tanah Kuning 10.100 hektare dan 51.840 UMKM tersebar di seluruh provinsi itu.

Dengan potensi itu, Pemprov Kaltara ingin kawasan industri di Kaltara yang juga masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat melalui UMKM.

“Kita tidak ingin terjadi enklave ekonomi. Potensi kita ada dan UMKM kita mampu. Jadi kawasan industri itu harus berdampak memajukan ekonomi kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan enklave ekonomi tentang adanya investasi besar tetapi tidak berdampak kepada kawasan tersebut.

“Data yang saya terima bahwa nilai investasi kita dari tahun 2024-2025 kenaikannya itu 159 persen dari angka Rp11 triliun menjadi Rp30 triliun. Pertengahan tahun ini kurang lebih sudah Rp39 triliun. Nah itu harus berdampak ke UMKM kita,” katanya.

Dia mengakui bahwa selama ini masih pelaku usaha dari luar daerah yang menikmati peluang itu, sedangkan keuntungan keuangan mereka ke luar daerah.

Situasi itu, katanya, membuat dampak ekonomi masyarakat Kaltara kurang optimal.

“Nah ini harus kita cegah. Uangnya harus ada di Kaltara. Dan upaya Pemprov Kaltara yaitu dengan mengintervensi melalui kebijakan penetapan peraturan gubernur dan peraturan lainnya,” ujarnya.

Selain intervensi melalui peraturan yang dikeluarkan, Pemprov Kaltara juga melaksanakan pelatihan-pelatihan dan pembinaan kepada pelaku UMKM agar naik kelas serta bisa memenuhi standar yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan di kawasan industri.

“Kita sudah ajak kerja sama perusahaan-perusahaan yang ada si kawasan industri dan mereka respons sangat baik. Kita juga naikkan kelasnya 51.840 UMKM ini agar bisa kita hubungkan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Deteksi Dini TPPO Harus Dim...
Nasional
Kepastian Pasar Dinilai Pul...

Elon Kembali Danai Partai Republik AS

38 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Elon Kembali Danai Partai R...
Ekonomi
Bank BSN Raih Pangsa Pasar ...

Formula 1 Bersiap Tutup Musim di Eropa

52 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Formula 1 Bersiap Tutup Mus...
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren

Pemprov NTT dan Pemerintah Pusat Matangkan Persiapan PON 2028

Pemprov NTT dan Pemerintah Pusat Matangkan Persiapan PON 2028

30 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.