Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tangerang Darurat, 12 Kecamatan Krisis Air Bersih

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 03:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tangerang Darurat, 12 Kecamatan Krisis Air Bersih Doc: ANTARA/Putra M. Akbar

TANGERANG – Kekeringan meluas di Tangerang, tak kurang dari 12 kecamatan mulai krisis air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten mencatat cakupan wilayah yang dilanda kekeringan hingga mengakibatkan krisis air bersih tersebut menimpa 8.135 kepala keluarga (KK).

“Total ada 12 kecamatan menyangkut 8.135 KK yang kekeringan dan kekurangan air besih,” kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik, Kamis. Dia mengungkapkan, luasan dampak kekeringan di 12 kecamatan ini meliputi 41 titik dengan 31 desa/kelurahan. Dia merinci, untuk wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Legok, Tigaraksa, Panongan, Rajeg, Kronjo, Curug, Kelapa Dua, Cikupa, Sukadiri, Balaraja, Mekar Baru, dan Kecamatan Pagedangan.

Kini dia tengah menyiapkan penetapan status siaga bencana kekeringan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat koordinasi penanganan sekaligus membuka keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta.

Sementara itu, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Kerta Raharja, Dinas Perumahan dan Permukiman, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang guna mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah kekeringan. “Sampai kini hujan belum turun, pasti kami perlu mencari terobosan,” tuturnya.

BPBD juga terus memantau perkembangan cuaca bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Apabila kondisi kekeringan semakin meluas dan faktor atmosfer mendukung, pemerintah membuka peluang untuk mengusulkan operasi modifikasi cuaca sebagai salah satu langkah mitigasi.
“Kita belum arah ke sana. Namun, nanti kita akan buatkan dulu status siaga bencana dalam penanganan kedaruratan kekeringan ini,” kata dia.

Embung

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Perempuan Indonesia Raya (Pira), Novita Wijayanti, mengatakan embung dan irigasi telah dibangun untuk masyarakat dalam mengantisipasi kekeringan.

Anggota Komisi V DPR Fraksi Partai Gerindra itu menambahkan, berbagai program pembangunan infrastruktur sumber daya air terus didorong sebagai upaya mengantisipasi dampak kekeringan di sejumlah daerah selama musim kemarau.

“Kami sudah banyak program yang memang untuk mendukung menangani kekeringan,” kata Novita di sela kegiatan bakti sosial di Jakarta, Kamis (30/7). Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Daerah
Muktamar NU ke-35 Ricuh, Po...

PT KAI Siapkan Transformasi 2030

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
PT KAI Siapkan Transformasi...
Advertisement
Investor Masih Berbondong-bondong Antre Masuk KEK Kendal dan Batang, Ada Apa?

Investor Masih Berbondong-bondong Antre Masuk KEK Kendal dan Batang, Ada Apa?

30 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.