Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Intensifkan Modifikasi Cuaca

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 03:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Intensifkan Modifikasi Cuaca Doc: Antara
Ket. Ilustrasi: Petugas mengangkut garam (NaCl) menuju pesawat BNPB Cessna PK-ALA di landasan parkir Posko Satgas Udara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Bandara Sultan Thaha, Jambi, Selasa (9/6/2026).

JAKARTA- Pemerintah melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah mengintensifkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah strategis untuk memitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto mengungkapkan pelaksanaan OMC diprioritaskan pada wilayah yang membutuhkan pasokan curah hujan lebih tinggi untuk menjaga kelembapan lahan-lahan esensial khususnya mineral dan gambut dan mengisi cadangan air waduk.

“Operasi modifikasi cuaca saat ini sedang dilakukan untuk mitigasi karhutla di beberapa tempat, seperti di Pekanbaru yang baru mulai hari ini dan di Palangkaraya yang juga sedang berjalan,” katanya di Jakarta, Kamis (30/7)

Selain di Riau dan Kalimantan Tengah, lanjutnya, rangkaian operasi serupa sebelumnya telah diselesaikan di Provinsi Aceh serta Sumatera Selatan sebagai bagian dari skema penanganan darurat di lapangan.

Modifikasi cuaca yang diintervensi melalui penyemaian senyawa kimiawi berupa garam atau Natrium klorida (NaCl) ke awan potensial ini tidak ditujukan untuk menciptakan awan baru, melainkan mengoptimalkan potensi awan hujan yang ada agar mampu menghasilkan jutaan meter kubik air untuk memadamkan atau mencegah karhutla.

Adapun sepanjang pelaksanaan modifikasi tahun ini, BMKG mencatat telah merealisasikan sebanyak 17 proyek operasi untuk karhutla yang mencakup 169 hari operasi dan 290 sorti penerbangan di kawasan rawan.

Di samping penanganan karhutla, BMKG juga memfokuskan operasi modifikasi cuaca untuk pengisian danau dan waduk di wilayah tangkapan air, seperti Danau Toba di Sumatera Utara, hingga Danau Poso di Sulawesi Tengah, guna menjaga ketersediaan air bersih masyarakat.

Menurut Seto, BMKG bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut juga telah mendistribusikan armada pesawat Casa 212 Skadron Udara 4 untuk menyemai awan, termasuk di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Jawa Barat, baru-baru ini.

“Pengerahan personel, pesawat, dan bahan semai di Bandung tersebut, dilakukan secara cepat usai diterbitkannya dukungan operasional dari Panglima TNI guna menjaga keandalan pasokan air di waduk-waduk strategis wilayah Jawa Barat,” katanya.

Lebih Kering

Terkait kekeringan, BMKG memprediksikan fenomena El Nino akan bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama tahun 2027 dengan peluang puncak intensitas mencapai kategori kuat.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan fenomena tersebut berpotensi dibarengi dengan munculnya kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada September hingga Desember 2026. “Informasi iklim ini sejalan dengan prediksi BMKG, dimana fenomena El Nino diproyeksikan bertahan hingga awal 2027 dan memicu kondisi kemarau yang lebih kering dari normal,” ungkap dia.

Dia menjelaskan hingga pertengahan Juli 2026 sebanyak 509 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 54,5 persen wilayah daratan Indonesia telah memasuki musim kemarau, termasuk sebagian besar Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

Direktorat Klimatologi BMKG dalam hal ini melaporkan puncak musim kemarau 2026 diprakirakan dominan terjadi pada bulan Agustus dan September, dengan 437 ZOM bakal mengalami durasi kemarau yang lebih panjang dibandingkan kondisi biasanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Kano Sprint Loloskan Dua Wakil ke Final

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kano Sprint Loloskan Dua Wa...
Megapolitan
Tangerang Masuk Zona Merah ...
Olahraga
Marselino Gabung Persija, M...
Nasional
Pelaku Usaha Dorong Optimal...
Nasional
Pemerintah Kejar Efisiensi ...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.