Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Deteksi Dini TPPO Harus Dimulai di Tingkat Desa

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Deteksi Dini TPPO Harus Dimulai di Tingkat Desa Doc: istimewa
Ket. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)

JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menegaskan upaya memutus mata rantai tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tidak cukup dengan penegakan hukum terhadap pelaku, tetapi harus diawali dengan langkah preventif berupa pencegahan di tingkat desa sebagai wilayah asal mayoritas korban. 

Ketua LPSK Achmadi di Jakarta, Kamis (30/7), mengatakan sebagian besar korban TPPO berasal dari desa-desa di berbagai daerah dan kerap tidak menyadari sejak awal bahwa mereka telah menjadi korban eksploitasi. Oleh karena itu, penguatan deteksi dini dan edukasi di tingkat desa menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan.

“Untuk memutus mata rantai perdagangan orang, kita tidak boleh hanya berfokus pada penindakan, berfokus pada hilir, tapi juga harus berangkat dari hulu yang ada di tingkat desa-desa,” kata Achmadi dalam Seminar Nasional Peringatan Hari Dunia Menentang Perdagangan Orang 2026.

Pakar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara (Untar) Hery Firmansyah juga sepakat bahwa penanganan hulu dan hilir perlu dilakukan dan dimulai dari desa. “Saya sepakat dengan konteks tadi bahwa penanganan di hulu dan hilir perlu dilakukan bahkan dimulai dari desa karena banyak mungkin korban TPPO berasal dari lingkup desa,” kata Hery.

Namun Hery mengingatkan, fokus di desa saja tidak cukup. Menurutnya, orang terdidik sekalipun masih memiliki potensi menjadi korban karena tipu daya pelaku.

“Perlu diingat bahkan seorang yang terpelajar pun masih terbuka kemungkinan terjerat TPPO karena tipu daya dan modus yang dijalankan saat ini sudah sangat bervariasi,” jelasnya.

Kasus penahanan pilot WNI (Vidi Eskafaris Gumilang) di Merauke misalnya, bermula dari penerbangan pesawat Piper PA23-250 Aztec dari Australia yang membawa warga negara asing (WNA) Australia yang masuk secara ilegal ke Indonesia tanpa melalui pemeriksaan imigrasi.

“Mungkin sekilas tak terlihat sebagai korban TPPO tapi setelah dipelajari bisa saja ujungnya ada kemungkinan pada kesimpulannya adalah korban TPPO,” katanya.

Sebab itu, Hery menilai strategi pencegahan TPPO harus menyasar lebih dari sekadar desa. Edukasi dan deteksi dini perlu dilakukan di semua lapisan masyarakat, termasuk pekerja profesional yang berpotensi direkrut dengan modus pekerjaan di luar negeri.

Dengan begitu, upaya memutus mata rantai TPPO bisa lebih komprehensif, tidak hanya di hulu tetapi juga mengantisipasi modus baru yang menyasar kelompok terdidik.

Terus Beradaptasi

Direktur Suara Nusa Institut, Iranda Yudhatama, menilai upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di tingkat desa hanya akan efektif apabila menjadi bagian dari sistem perlindungan masyarakat yang berjalan secara permanen. Pendekatan berbasis proyek atau sosialisasi sesaat tidak akan cukup menghadapi jaringan perdagangan orang yang terus beradaptasi.

Iranda mengatakan pemerintah perlu menetapkan indikator desa rentan TPPO sehingga intervensi dapat dilakukan secara lebih terarah. Pemetaan tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk menentukan prioritas pengawasan, penguatan kapasitas aparatur desa, hingga alokasi anggaran pencegahan yang lebih tepat sasaran.

Menurut dia, pemerintah desa juga perlu diberikan kewenangan dan perangkat yang memadai untuk mengenali pola perekrutan tenaga kerja yang berisiko. Selama ini, banyak aparat desa hanya mengetahui warganya berangkat bekerja ke luar daerah atau luar negeri tanpa memiliki mekanisme untuk memastikan proses perekrutannya berlangsung sesuai prosedur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Nasional
Bulog Pastikan Stok Beras A...

Kemendag Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemendag Dorong UMKM Tembus...

Kemehut Perkuat Integritas Pasar Karbon Indonesia

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemehut Perkuat Integritas ...
Ekonomi
Bulog Bantah Beras Jadi Pen...
Advertisement
Desil 1 Otomatis Diterima Kerja di Jobfair Karawang

Desil 1 Otomatis Diterima Kerja di Jobfair Karawang

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.