Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keuntungan dari Lemahnya Rupiah, Jangan-Jangan Ini Memang Strategi Ekonomi RI

7 Rabu, 20 Mei 2026, 03:30 WIB | Oleh:
Keuntungan dari Lemahnya Rupiah, Jangan-Jangan Ini Memang Strategi Ekonomi RI Keuntungan dari Lemahnya Rupiah, Jangan-Jangan Ini Memang Strategi Ekonomi RI Doc: WW - Koran Jakarta
Ket. Uang koin, pecahan 100, 200, 500, dan 1000 rupiah

Jakarta - Akhir-akhir ini mata uang RI yaitu rupiah terus mengalami pelemahan [Baca : Rupiah Anjlok ke Rp17.606 per Dolar AS]. Hal itu tentu saja membuat banyak pihak khawatir, namun benarkah efek pelemahan rupiah akan selalu negatif? Berikut tim ekonomi Koran Jakarta berikan analisa yang mungkin sedikit berbeda dari pemahaman anda. 

Pembiaran Pelemahan Rupiah: Sebuah Strategi Ekonomi

Nilai tukar rupiah yang melemah terhadap USD sering dianggap sebagai tanda buruk bagi ekonomi. Namun, dari sudut pandang strategi perdagangan internasional, pelemahan rupiah juga dapat memberi keuntungan tertentu bagi Indonesia, terutama untuk menekan impor dan memperkuat daya saing produk lokal.

Strategi seperti ini sebenarnya bukan hal baru dalam ekonomi global. China selama bertahun-tahun dikenal menjaga mata uang yuan tetap relatif lemah untuk mempertahankan daya saing ekspor. Saat menghadapi perang dagang dengan Amerika Serikat, China melakukan serangan balik melalui kombinasi tarif dan kebijakan nilai tukar.

Indonesia memang belum sekuat China dalam sektor industri dan teknologi, sehingga ruang geraknya berbeda. Karena itu, membiarkan rupiah melemah dalam batas tertentu bisa menjadi salah satu “senjata ekonomi” untuk menekan dominasi barang impor tanpa harus menaikkan tarif secara agresif. Ketika rupiah melemah, barang impor dari Amerika Serikat otomatis menjadi lebih mahal di pasar Indonesia. Produk elektronik, mesin, hingga barang konsumsi asal AS akan mengalami kenaikan harga karena importir membutuhkan lebih banyak rupiah untuk membeli dolar.

Dalam teori ekonomi perdagangan, kondisi ini mirip dengan efek tarif impor: barang luar negeri menjadi mahal sehingga masyarakat dan industri terdorong menggunakan produk dalam negeri. Penelitian dalam jurnal “Dampak Depresiasi Rupiah terhadap Perkembangan Impor Indonesia” [lihat di akhir tulisan] menunjukkan bahwa depresiasi rupiah berpengaruh negatif signifikan terhadap impor barang konsumsi, bahan baku, dan barang modal.

Selain menekan impor, rupiah lemah juga membuat produk ekspor Indonesia lebih murah bagi pembeli luar negeri. Komoditas seperti CPO, batu bara, tekstil, dan produk pertanian menjadi lebih kompetitif di pasar global.

Sejumlah penelitian menunjukkan depresiasi nilai tukar dapat meningkatkan daya saing ekspor, terutama pada sektor berbasis sumber daya alam dan industri padat karya.



Meski demikian, strategi ini tidak sepenuhnya tanpa risiko. Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku, energi, dan teknologi. Jika rupiah terlalu lemah, biaya produksi domestik juga ikut naik dan dapat memicu inflasi. Karena itu, pelemahan rupiah hanya efektif jika dibarengi penguatan industri nasional, hilirisasi, dan peningkatan produksi dalam negeri.



Dengan kata lain, rupiah lemah bisa dipandang bukan sekadar kelemahan ekonomi, tetapi juga alat strategi perdagangan. Selama dikendalikan secara hati-hati, kondisi ini dapat membantu Indonesia mengurangi ketergantungan impor, melindungi industri lokal, dan meningkatkan daya saing ekspor nasional.

Bahan bacaan:

a. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/qe/article/view/17480

b. https://vs-jurnal.dpr.go.id/index.php/ekp/article/view/4530

c. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167084

d. https://www.imf.org/en/publications/wp/issues/2016/12/30/the-effects-of-exchange-rate-fluctuationson-output-and-prices-evidence-from-developing-16919

e.https://www.researchgate.net/publication/384175938_Analisis_Pengaruh_Depresiasi_Rupiah_Terhadap_Dolar_Amerika_Serikat_Pada_Bidang_Ekspor_Dan_Impor

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Megapolitan
Mempercantik TPU Pasar Ming...
Olahraga
Madura United Hajar Arema F...
Megapolitan
Dapur Solaria Blok M Square...
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.