Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Kembali Melemah, Alarm dari Neraca Perdagangan Indonesia

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Kembali Melemah, Alarm dari Neraca Perdagangan Indonesia Doc: ANTARA FOTO/ Hasrul Said
Ket. Ilustrasi - Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Haji La Tunrung, Makassar, Sulawesi Selatan.

JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah yang dipicu defisit neraca perdagangan mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap pasokan devisa akibat nilai impor yang melampaui ekspor.

Kondisi ini dapat mengurangi aliran valuta asing ke dalam negeri sehingga memperbesar tekanan terhadap kurs, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Ke depan, penguatan kinerja ekspor, diversifikasi pasar, serta pengendalian impor yang lebih produktif menjadi faktor penting untuk memperbaiki keseimbangan eksternal dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (4/8), bergerak melemah 30 poin atau 0,17 persen menjadi Rp18.027 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.997 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi defisit neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Juni 2026.

“Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 defisit 450 juta dolar AS,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Defisit pada Juni 2026 terutama disebabkan oleh defisit pada komoditas migas sebesar 3,49 miliar dolar AS dengan komoditas utama penyumbang defisit pada migas yaitu hasil minyak dan minyak mentah. Defisit terjadi karena kinerja ekspor yang tercatat 5,46 miliar dolar AS lebih rendah dibandingkan impor yang tercatat sebesar 25,91 miliar dolar AS per Juni 2026.

Sementara itu, posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Juli 2026 berada di level 145 miliar dolar AS. Penurunan cadev disebabkan keperluan stabilitas nilai tukar rupiah dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Posisi cadangan devisa ini turun dari posisi tertingginya, yakni 156,5 miliar dolar AS pada akhir Desember 2025.

“Sikap hati-hati juga masih mewarnai pasar menjelang rilis data PDB (Produk Domestik Bruto) kuartal kedua pada hari Rabu (5/8), mengingat pasar mengantisipasi pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan lonjakan 5,6 persen pada kuartal sebelumnya,” ungkap dia.

Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2026 akan melambat, diperkirakan berada di bawah 5,6 persen, tetapi tidak jauh dari 5,4 persen.

Perlambatan ekonomi disebabkan tekanan eksternal seperti harga minyak mentah yang tinggi, eskalasi geopolitik, dan capital outflow dari pasar keuangan domestik.

Melihat sentimen global, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur AS pada bulan Juli meningkat dari 53,3 menjadi 55,6, melampaui perkiraan 54.

“Laporan tersebut menunjukkan permintaan yang berkelanjutan, kejelasan tentang tarif, dan hilangnya gangguan pasokan terkait Perang Teluk, yang meningkatkan permintaan di pasar kerja,” kata Ibrahim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
Bandung Heritage Gelar Ajan...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Tegaskan S...
Advertisement
Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bantargebang, Pemkot Bekasi Bidik Tenaga Kerja Lokal.

Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bantargebang, Pemkot Bekasi Bidik Tenaga Kerja Lokal.

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.