Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Kembali Tertekan, Hormuz Memanas

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Kembali Tertekan, Hormuz Memanas Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja.
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah mencerminkan meningkatnya aversi risiko investor di tengah ketegangan AS-Iran atas Selat Hormuz.

Konflik yang berpotensi mengganggu jalur perdagangan energi global dapat memicu kenaikan harga minyak dan memperbesar tekanan inflasi, sehingga aset dolar kembali menjadi pilihan aman.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (11/8), bergerak melemah 106 poin atau 0,60 persen menjadi Rp17.861 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.755 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi hubungan AS dengan Iran yang memupus harapan pembukaan kembali Selat Hormuz.

“Amerika Serikat dan Iran sama-sama menuntut kompensasi atas serangan militer baru-baru ini, sehingga memupus harapan bahwa kedua pihak sudah mendekati kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz,” ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (11/8).

Kedua negara tersebut dinyatakan melontarkan klaim yang bertentangan mengenai status Selat Hormuz. Washington menyatakan bahwa jalur perairan tersebut tetap terbuka, sementara Teheran mengklaim telah menutup jalur itu menggunakan ranjau dan pesawat nirawak (drone).

Di samping itu, serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap kilang minyak Jazan milik Saudi Aramco turut menambah kekhawatiran akan gangguan pasokan.

“Kelompok Houthi mengancam akan membuka front baru dalam konflik yang melibatkan Iran dengan cara menyerang kapal serta infrastruktur minyak di Laut Merah. Langkah ini meningkatkan kecemasan akan gangguan pasokan dan semakin mendorong kenaikan harga minyak mentah,” ucap dia.

Melihat sentimen domestik, tekanan terhadap pasar sedikit tertahan seiring langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, sebagai calon tunggal pengganti Perry Warjiyo, sehingga meredakan kekhawatiran terkait kepemimpinan.

“Namun, pasar juga merespon negatif setelah rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terbaru yang menurun, dari 117,8 pada Juni 2026 menjadi 116,8 pada Juli 2026,” kata Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp17.824 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.795 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.