Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

1 Jam Mati Lampu di Jalanan Jakarta, Setara Listrik untuk 1 Kampung di Jawa Tengah

📅 Senin, 15 Jun 2026, 06:32 WIB | Oleh:
1 Jam Mati Lampu di Jalanan Jakarta, Setara Listrik untuk 1 Kampung di Jawa Tengah Doc: FB Earth Hour Jakarta

Jakarta – Tindakan sederhana mematikan lampu penerangan jalan dan lampu ikon kota selama satu jam ternyata menyimpan dampak ekonomi dan energi yang luar biasa besar. Boleh dibilang 1 Jam Mati Lampu di Jalanan Jakarta, Setara Listrik untuk Satu Kampung di Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru saja membuktikan bahwa langkah kecil jika dilakukan secara kolektif bisa menciptakan penghematan yang setara dengan kebutuhan listrik seluruh penduduk di sebuah kampung di Jawa Tengah.

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta serta PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, aksi pemadaman lampu serentak yang berlangsung pada Sabtu (13/6/2026) pukul 20.30-21.30 WIB berhasil menghemat konsumsi listrik hingga 75,18 MWh (Megawatt hour). Angka ini setara dengan 75.180 KWh.

Untuk memberikan gambaran yang lebih membumi, angka penghematan sebesar 75.180 KWh tersebut setara dengan kebutuhan listrik satu kampung berpenduduk sekitar 200-250 rumah di pedesaan Jawa Tengah selama satu bulan penuh. Rata-rata rumah tangga di kampung dengan daya 900 VA hingga 1.300 VA mengonsumsi sekitar 300-400 KWh per bulan. Artinya, dalam satu jam, Jakarta mampu menyisihkan pasokan listrik yang cukup untuk menerangi seluruh aktivitas satu kampung dari malam hingga malam berikutnya.

Selain penghematan energi, pemadaman di kawasan strategis seperti Monas, Bundaran HI, dan Patung Sudirman ini juga menekan biaya penggunaan listrik hingga Rp 108.693.752 (Rp 108 juta lebih). Dana sebesar itu bisa dialokasikan untuk subsidi listrik atau pembangunan infrastruktur energi terbarukan di daerah.

"Pemadaman lampu selama 60 menit bukan sekadar simbol. Ini adalah pengingat bahwa langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama dapat memberikan dampak nyata," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi.

Jika mati lampu satu jam di pusat kota metropolitan bisa menghidupi satu kampung di Jawa Tengah, maka seharusnya bisa memunculkan kesadaran kolektif untuk berhemat energi, hal ini bukan lagi sekadar wacana lingkungan atau sekedar event Earth Hour melainkan sebuah investasi nyata untuk keadilan energi nasional, khususnya bagi daerah-daerah yang jauh dari Ibu Kota. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Ekonomi
Atasi Sampah, PLN EPI Bangu...
Rona
7 Tahun Hiatus, Syahrini Co...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.