Bukan Garam Biasa, Intip Mewahnya 'Ladang Kristal' Indramayu yang Harganya Tembus Rp60 Ribu
📅 Minggu, 10 Mei 2026, 16:40 WIB | Oleh: AlfredSelama masa penjajahan, komoditas garam di Indramayu menjadi sumber ekonomi penting, sampai peredarannya diawasi ketat oleh pihak kolonial.
Menilik peristiwa pada 1913, sebagaimana dilaporkan Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, pejabat gudang garam di Indramayu diadili karena menggelapkan dana hasil penjualan garam mencapai 1.400 gulden.
Upaya pengawasan tak berhenti di situ. Pihak kolonial membentuk satuan “polisi garam” untuk menekan maraknya aktivitas produksi garam ilegal. Warga di Indramayu berulang kali ditangkap akibat kebijakan tersebut.
Pada periode 1930-an, krisis ekonomi membuat warga memproduksi garam ilegal. Aktivitas ini berdampak pada pendapatan pihak kolonial yang kala itu menerapkan sistem monopoli pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Laporan dari De Indische Courant, menunjukkan penurunan drastis dalam penjualan garam di Jawa Barat hingga 25 persen.
Di Indramayu, penjualan garam anjlok dari sekitar 13.000 kemasan pada 1932 menjadi hanya sekitar 4.000 kemasan di awal tahun 1933.
Berkat pengawasan ketat, kondisi penjualan komoditas ini kembali membaik. Menariknya, pihak kolonial mulai mengubah pendekatan dari represif menjadi lebih struktural melalui reorganisasi distribusi garam.
Catatan sejarah tersebut, menjadi penanda bahwa komoditas garam telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir di Indramayu.
Tak mengherankan, kalau pemerintah menaruh perhatian besar terhadap sektor pergaraman di daerah tersebut.
Sebagai contoh, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menjalankan sejumlah program untuk memperkuat sektor garam rakyat, melalui intensifikasi dan penerapan teknologi modern di daerah sentra produksi, termasuk Indramayu.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung target swasembada garam nasional pada 2027, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional.
Untuk di Indramayu, program intensifikasi mencakup revitalisasi tambak, perbaikan saluran air hingga penguatan sarana produksi garam rakyat.
KKP pun membangun gudang rakyat berkapasitas 100 ton serta gudang garam berkapasitas 2.000 hingga 7.000 ton di kawasan program intensifikasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!