Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Garam Biasa, Intip Mewahnya 'Ladang Kristal' Indramayu yang Harganya Tembus Rp60 Ribu

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 16:40 WIB | Oleh:

Dadi mengatakan koperasi sengaja dibentuk dengan pola berbagi hasil agar anggotanya ikut memiliki usaha, bukan sekadar pekerja.

Dalam industri garam rakyat, kata dia, tidak ada istilah petani senior maupun junior karena yang menentukan hasil adalah teknik pengolahan.

Diakuinya pula pengembangan garam kristal itu berangkat dari kegelisahaan, melihat Indonesia masih melakukan impor garam.

Pasar garam kristal di Indramayu cukup besar. Dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa, kebutuhan garam rumah tangga diperkirakan mencapai sekitar 10 ton per hari.

“Kenapa garam saja kita harus impor? Pasarnya jelas. Sayang kalau potensi alam di Indramayu tidak dilirik. Kejar swasembada itu benar dan bisa terealisasi,” ujarnya.

Permintaan garam industri pun sangat menjanjikan. Ia mengaku pernah menerima permintaan hingga 200 ribu ton dari luar daerah.

Saat ini, garam kristal yang diproduksi anggota koperasinya sudah diminati pembeli dengan harga sekitar Rp2.500 per kilogram. Namun, angka tersebut belum mencerminkan kualitas produk yang dihasilkan.

Oleh karenanya, koperasi mulai menyiapkan hilirisasi produk melalui pengemasan ukuran kecil agar nilai jual meningkat di pasar ritel.

Ia memperkirakan satu kemasan 250 gram dapat dijual sekitar Rp3.000, sehingga nilai satu kilogram garam bisa mencapai Rp12.000 di tingkat konsumen.

“Maka koperasi harus bertanggung jawab mengemas. Dari petani Rp3.000, koperasi olah lagi, distribusi lagi, itu masih untung,” katanya.

Selain garam konsumsi, koperasinya mulai mengembangkan garam spa setelah hasil laboratorium menunjukkan produknya memenuhi syarat untuk kebutuhan tersebut.

Harga garam spa dapat mencapai Rp60 ribu per kilogram. Bahkan di lokapasar, untuk kemasan 250 gram bisa dijual Rp30 ribu-Rp40 ribu.

Komoditas garam pun memiliki banyak turunan industri, mulai dari kebutuhan tekstil, minyak dan gas, hingga bahan baku cairan infus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
Megapolitan
Pemerintah Kota Jakarta Uta...
Nasional
Dukung MotoGP Mandalika 202...
Megapolitan
Goshine Sajikan Makanan Gra...

Para Pembalap Mencermati Cuaca di Mandalika

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Para Pembalap Mencermati Cu...
Olahraga
Bulu Tangkis, Lupakan Eufor...
Advertisement
Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

07 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.