Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Garam Biasa, Intip Mewahnya 'Ladang Kristal' Indramayu yang Harganya Tembus Rp60 Ribu

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 16:40 WIB | Oleh:

Pria yang akrab disapa Dadi itu mengatakan dalam satu jam, mesin tersebut mampu menghasilkan sekitar 2.000 liter air, dengan sekitar 1.000 liter di antaranya menjadi bahan kristalisasi garam.

Satu tunnel produksi memiliki ukuran sekitar 25 meter x 4 meter dengan tinggi air sekitar 20 sentimeter. Air hasil penyaringan itu kembali diendapkan selama 21 hari sebelum diuji laboratorium.

Untuk menghasilkan garam standar industri dengan kadar NaCl mendekati 98 persen, proses pengendapan bahkan bisa mencapai 40 hari.

“Kalau konsumsi rumah tangga sekitar 30 hari sudah cukup, tetapi kalau mau masuk industri pangan, waktunya lebih panjang,” katanya.

Saat ini, terdapat 11 tunnel di Juntinyuat, dengan satu unit mampu menghasilkan sekitar tiga ton garam per bulan.

Sistem produksi tersebut, membuat petani tidak terlalu bergantung pada musim panas seperti pola tambak garam tradisional.

“Mereka belajar, dapat ilmu, sekaligus dapat penghasilan,” katanya.

Wujudkan gagasan

Dadi mengaku ide pengembangan garam kristal itu muncul setelah mencoba mencari tahu potensi pengolahan air laut melalui internet.

Dari situ, ia mulai mempelajari sistem penyaringan air hingga akhirnya merakit mesin SWRO bersama mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu (Polindra), dan beberapa teknisi.

Sebelum memulai produksi, ia sempat mengkaji kualitas air laut di beberapa titik pesisir Indramayu, seperti kawasan Tirtamaya.

Dari sejumlah lokasi itu, Juntinyuat dinilai paling memenuhi syarat karena tingkat kepekatan air laut atau Baume (BE) cukup bagus sebagai bahan baku garam kristal.

Koperasi tersebut kini telah memiliki tujuh anggota utama, termasuk Sujitno, yang masing-masing memiliki tunnel produksi sendiri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival
Ekonomi
Mendag Busan ke India, Perj...
Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC Whoosh, Target Rampung September 2026

Kemenkeu Ambil Alih 60 Persen Saham KCIC Whoosh, Target Rampung September 2026

06 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
📅 Kamis, 06-Agu-2026
# 6
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
📅 Kamis, 06-Agu-2026
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.