Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Garam Biasa, Intip Mewahnya 'Ladang Kristal' Indramayu yang Harganya Tembus Rp60 Ribu

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 16:40 WIB | Oleh:

Ditegaskannya, seluruh proses itu harus berputar di lingkungan koperasi dan warga sekitar.

Istri para anggota koperasi dapat dilibatkan dalam proses pengemasan produk. Anak-anak muda desa pun diharapkan ikut masuk ke industri garam modern.

Dilanjutkan

Inovasi yang dikembangkan di Indramayu menghadirkan asa baru, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang menggantungkan hidup dari butiran garam.

Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, mengatakan inovasi tersebut menjadi terobosan penting, di tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi garam nasional.

Menurutnya, selama ini produksi garam di Indonesia masih didominasi metode penguapan konvensional dengan produktivitas sekitar 70 ton per hektare per tahun.

Dalam 10 tahun terakhir, kata dia, pemerintah telah mencoba sejumlah teknologi lain seperti geomembran dan teknik ulir, yang mampu meningkatkan hasil hingga sekitar 120 ton per hektare per tahun.

Ia melihat banyak teknologi hanya ramai pada awal penerapan, lalu perlahan ditinggalkan karena tidak memiliki kesinambungan ekonomi. Maka inovasi yang dilakukan di Indramayu perlu dipertahankan.

“Mudah-mudahan inovasi yang sangat baik ini akan sustain, akan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan penerapan teknologi serupa di Indramayu masih terbatas dan belum masif. Oleh karena itu, inovasi garam yang berkembang di Juntinyuat tidak boleh berhenti pada tahap uji coba lapangan.

Dukungan pemerintah dan keterlibatan industri jadi faktor penting, agar teknologi tersebut dapat diterapkan lebih luas lagi.

Perhatian

Indramayu telah lama tersohor sebagai daerah penghasil garam rakyat di pesisir utara Jawa Barat. Bahkan, nama daerah ini, berkali-kali muncul dalam arsip surat kabar Hindia Belanda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
Megapolitan
Pemerintah Kota Jakarta Uta...
Nasional
Dukung MotoGP Mandalika 202...
Megapolitan
Goshine Sajikan Makanan Gra...

Para Pembalap Mencermati Cuaca di Mandalika

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Para Pembalap Mencermati Cu...
Olahraga
Bulu Tangkis, Lupakan Eufor...
Advertisement
Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

07 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.