Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Garam Biasa, Intip Mewahnya 'Ladang Kristal' Indramayu yang Harganya Tembus Rp60 Ribu

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 16:40 WIB | Oleh:

Sujitno mengatakan garam dari lokasi tersebut mulai dilirik untuk kebutuhan konsumsi, karena warnanya lebih putih dan bersih dibanding garam biasa.

Bahkan, kata dia, ada permintaan dari pengolah teri nasi di kawasan Dadap, Indramayu, karena kualitas garam dianggap mampu menjaga warna ikan tetap cerah.

Ia meyakini di tengah perubahan cuaca yang makin sulit ditebak dan biaya pertanian yang terus naik, garam memberi warga pesisir pilihan baru untuk mendulang rezeki.

Inovasi

Di dekat area tunnel, suara mesin diesel meraung pendek. Selang-selang air menjulur menuju bak penampungan berwarna gelap. Di sanalah Afwan (19) bekerja.

Pemuda itu menjadi operator mesin sea water reverse osmosis atau SWRO, yang digunakan untuk menyaring air laut sebelum masuk ke petak garam.

Afwan menjelaskan proses itu dengan santai. Mulanya, air dari laut didiamkan hingga lima hari agar kotorannya mengendap sebelum masuk ke mesin penyaring.

Setelahnya, alat SWRO membelah air laut menjadi dua bagian yakni air tawar dan air tua berkadar garam tinggi.

Penggunaan mesin ini membuat hasil produksi jauh lebih bersih dibanding metode manual, karena seluruh aliran air sudah melalui tahap penyaringan. Sehingga tidak tercemar lumpur atau kotoran.

Afwan mengaku baru sekitar dua bulan bekerja di usaha garam tersebut. Meski demikian, ia optimistis aktivitas ini punya prospek yang baik.

Hal tersebut karena harga garam berkualitas tinggi, bisa mencapai Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram dengan kadar natrium klorida (NaCl) mencapai 98 persen.

Dari penjelasan Afwan, proses produksi garam kristal di Juntinyuat memerlukan beberapa tahapan, hingga butiran garam terbentuk sempurna.

Ketua Koperasi Sae Nalendra Darma Raga Carmadi kemudian memaparkan metode SWRO yang digunakan di lokasi tersebut, secara lebih teknis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
Megapolitan
Pemerintah Kota Jakarta Uta...
Nasional
Dukung MotoGP Mandalika 202...
Megapolitan
Goshine Sajikan Makanan Gra...

Para Pembalap Mencermati Cuaca di Mandalika

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Para Pembalap Mencermati Cu...
Olahraga
Bulu Tangkis, Lupakan Eufor...
Advertisement
Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

Tanggapan Gibran terkait Putusan MK soal Keabsahan Ijazah SMA Miliknya

07 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.