Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Australia Puji Komitmen Indonesia Jaga Rantai Pasokan Pupuk

📅 Rabu, 22 Apr 2026, 16:23 WIB | Oleh:
Australia Puji Komitmen Indonesia Jaga Rantai Pasokan Pupuk Doc: AFP/WILLIAM WEST

JAKARTA - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikan apresiasinya kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang membantu memastikan keterjaminan pasokan pupuk urea bagi Australia di tengah dampak konflik geopolitik global.

PM Australia, melalui platform X, menyatakan telah berbincang via telepon dengan Presiden Prabowo pada Selasa (21/4) sore untuk membahas konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap kawasan, termasuk dalam aspek pasokan komoditas.

“Saya berterima kasih kepada Presiden Prabowo yang membantu mengamankan pupuk tambahan bagi Australia,” kata Albanese dalam pernyataannya, Rabu.

Albanese mengatakan bahwa Australia dan Indonesia senantiasa bekerja sama demi menjamin keberlanjutan pasokan komoditas yang penting bagi kedua negara.

Di samping soal suplai komoditas, PM Australia berkata dirinya juga membahas upaya meningkatkan ketahanan rantai pasok energi untuk kedua negara dengan Presiden Prabowo.

“Hubungan yang kuat di kawasan kita jadi semakin penting daripada sebelumnya, dan kedua negara kita adalah sahabat yang paling dekat untuk satu sama lain,” demikian Albanese.

Adapun menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Selasa, Presiden Prabowo dan PM Albanese membahas disetujuinya ekspor pupuk urea buatan RI ke Australia sebesar 250.000 ton pada tahap awal dalam perbincangan mereka pada Selasa.

Ia menyebut keputusan Indonesia menyetujui ekspor pupuk mendapat apresiasi dari PM Australia, yang disampaikannya dalam panggilan telepon tersebut.

Selain Australia, pemerintah Indonesia juga merencanakan ekspor pupuk urea ke sejumlah negara lain seperti India, Filipina, Thailand dan Brasil, kata dia.

Total komitmen ekspor pupuk urea yang mencapai kurang lebih satu juta ton tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pasar global bagi produk pupuk nasional, ucap Setkab.

Berdasarkan data Menteri Pertanian, total produksi urea nasional tercatat sebesar 7,8 juta ton, sementara kebutuhan dalam negeri berada di angka sekitar 6,3 juta ton.

Dengan selisih produksi tersebut, ucap dia, pemerintah menilai ekspor masih dapat dilakukan tanpa mengganggu ketersediaan pupuk di dalam negeri.

"Langkah ini diharapkan tetap menjaga ketahanan pasokan domestik sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia di pasar global," kata Teddy, menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.