Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Love Scamming Marak di Tanjungpinang, Diskominfo Minta Warga Waspadai Penipuan Berkedok Asmara

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 14:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Love Scamming Marak di Tanjungpinang, Diskominfo Minta Warga Waspadai Penipuan Berkedok Asmara Doc: Antara
Ket. Pemkot Tanjungpinang, Kepri, mengimbau warga mewaspadai modus penipuan berkedok hubungan asmara atau love scamming.

Tanjungpinang - Pemkot Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) mengedukasi masyarakat untuk mengenali modus penipuan berkedok hubungan asmara atau love scamming, karena termasuk salah satu bentuk kejahatan siber yang perlu diwaspadai pengguna media sosial.

"Modus tersebut dapat menimbulkan kerugian materi hingga tekanan psikologis bagi korban," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tanjungpinang Teguh Susanto, Kamis (30/7).

Teguh mengatakan pihaknya baru-baru ini menerima sejumlah laporan dari keluarga di Tanjungpinang yang menjadi korban love scamming.

Dalam kasus ini, kata dia, pelaku memanfaatkan hubungan yang dibangun melalui media sosial untuk melakukan tindakan yang merugikan korban.

Kasus pertama berdampak terhadap seorang perempuan batal menikah, setelah pelaku mengunggah konten di media sosial terkait hubungan mereka di dunia maya.

"Pelaku mengunggah hal yang membuat korban merasa malu hingga mengalami tekanan mental dan stres. Kasusnya juga sudah dilaporkan ke pihak kepolisian," ujarnya.

Kasus lainnya juga dialami seorang perempuan yang menjadi korban pemerasan. Pelaku mengancam menyebarkan foto pribadi korban apabila tidak mengirimkan sejumlah uang.

Karena takut kehilangan pekerjaan dan merasa malu, korban sempat beberapa kali mentransfer uang kepada pelaku.

"Setelah dilakukan langkah-langkah penanganan, ancaman penyebaran foto itu akhirnya tidak terjadi," ungkap Teguh.

Teguh menjelaskan pelaku love scamming umumnya lebih dulu membangun kedekatan emosional melalui media sosial. Setelah korban menaruh kepercayaan, pelaku kemudian melakukan pemerasan atau tindakan lain yang merugikan.

Diskominfo terus memperkuat literasi digital melalui edukasi di sekolah maupun perguruan tinggi. Edukasi tersebut mencakup etika dan keamanan bermedia sosial, pemahaman mengenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta pengenalan berbagai modus kejahatan siber, termasuk love scamming.

Selain itu, menurutnya, teknologi kecerdasan buatan atau AI sekarang juga bisa disalahgunakan untuk membuat identitas palsu yang tampak meyakinkan.

Kepala Diskominfo turut mengimbau masyarakat yang menjadi korban atau menemukan indikasi kejahatan siber agar segera melapor kepada aparat penegak hukum sehingga kasus dapat ditindaklanjuti.

"Yang penting adalah membangun kesadaran hukum dalam bermedia sosial agar kita tidak menjadi korban dan juga tidak menjadi pelaku," demikian Teguh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemkot Bandung: Jalan Ciham...
Megapolitan
Pemkot Bogor Perlebar Akses...
Megapolitan
Pemkot Bogor Pasang Pagar P...
Megapolitan
Pemkot Bogor Serukan Pengus...
Luar Negeri
Tiongkok Protes Keras Laran...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

Presiden Prabowo Bertolak ke Jawa Tengah untuk Resmikan Stasiun Semarang Tawang

Presiden Prabowo Bertolak ke Jawa Tengah untuk Resmikan Stasiun Semarang Tawang

30 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 5
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
# 5
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.